Pj Gubernur Ingatkan Keroyok Investasi di Papua Barat Daya Gunakan Metode Doplhin

SORONG, PBD – Kepala daerah dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) se Papua Barat Daya mengikuti rapat kordinasi teknis (rakornis) yang digelar DPMPTSP Provinsi Papua Barat Daya, di Kota Sorong, Kamis (3/8/23).

Kepala DPMPTSP Papua Barat Daya, Manase Jitmau dalam keterangannya mengatakan bahwa Provinsi Papua Barat Daya merupakan provinsi termuda di antara saudara-saudaranya yang lahir pada 8 Desember 2022 melalui undang-undang nomor 29 Tahun 2022.

“Provinsi Papua Barat Daya memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa melimpah juga memiliki potensi jasa dan perdagangan namun belum dioptimalkan. Sehingga perlu dilakukan rakornis ini sebagai upaya mendorong investasi yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal serta mampu mengurangi angka kemiskinan sesuai amanat undang-undang Nomor 6 Tahun 23 tentang Cipta kerja. Dimana tema kegiatan melalui rakornis kita tingkatkan pertumbuhan ekonomi menuju Papua Barat Daya yang mandiri adil dan sejahtera,” ujar Manase.

Adapun maksud dan tujuan kata Manase untuk menjabarkan visi penjabat gubernur Papua Barat Daya bidang penanaman modal. Mempermudah koordinasi dengan DPMPTSP kabupaten kota guna menghasilkan solusi kebijakan implementasi terhadap permasalahan yang dihadapi. Membentuk forum inflasi daerah dan koordinasi sinkronisasi peta potensi dan rencana umum penanaman modal Provinsi Papua Barat Daya.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Muhammad Musa’ad mengatakan bahwa sesuai arahan presiden ada 4 hal yang harus difokuskan dalam percepatan pembangunan, yaitu pengendalian inflasi, penurunan kemiskinan ekstrim, penurunan stunting dan menarik investasi untuk penanaman modal.

Oleh karena itu melalui rapat koordinasi teknis salah satunya bagaimana investasi harus semakin meluas di Papua Barat Daya, bukan secara eksklusif tapi inklusif.

“Saya minta di sini pertama, letakkan betul potensi kita itu apa, kalau bisa sampai titik koordinatnya. Kemudian jangan berhenti sampai modal masuk saja atau jangan berpikir sektoral saja, tapi harus kerjasama dan bersama-sama lintas sektoral seperti metode dolphin. Dolphin atau lumba-lumba itu berenang tidak pernah sendiri, dia berenang selalu bersama-sama dan berirama,” sebut Gubernur.

Turut hadir direktur perencanaan SDA Kementerian Investasi /BKPM RI, Ratih Purbasari sebagai salah satu nara sumber. Dimana kegiatan akan dilaksanakan dua hari dengan menghadirkan Menteri Investasi / BKPM, Bahlil Lahadia dan sekretaris Menko perekonomian. (Oke)

___

Komentar