Peternak Bebek Keluhkan Belum Ada Listrik, PLN Sebut Lokasi Jauh

SORONG,- Ketua Umum Trenggalek Kabupaten Sorong, Putiho, saat dijumpai insan pers, Jumat (24/6/22) mengeluhkan ketersediaan listrik yang telah diupayakan oleh Kelompok Tani Mekarsari untuk penerangan di lahan tempat ternak bebek yang berlokasi di Agrowisata SP 1, Kelurahan Klamalu Kabupaten Sorong.

“Yang jadi keluhan dari kelompok tani mekarsari yaitu kurangnya persediaan listrik padahal kemarin sudah berupaya semampu-mampunya kami untuk bertemu dengan Pak Bupati dan Dikrektur PLN tapi mohon maaf sampai sekarang kebutuhan kami belum terlayani sama sekali,” ungkap Putiho.

___ ___ ___ ___

“Siapa yang harus bertanggung jawab atas bantuan yang kami keluhkan kalau bukan dari Pemerintah agar Ternak Bebek yang ada di ladang bisa terpenuhi. Bahkan kalau PLN atau listrik sudah tersalurkan pasti yang lainnya akan mengikuti juga seperti Pertaniannya yang dulunya menggunakan Diesel untuk menghasilkan air bisa digantikan dengan Mesin Dab Celup,” sambungnya.

Selama ini kata Putiho, mereka masih diberikan bantuan oleh tetangga sekitar ladang untuk aliran listrik meskipun jaraknya cukup jauh sekitar 250 km dari titik awal sanpai ke tempat ternak bebek.

“Sejak dibukanya ladang untuk ternak bebek enam bulan yang lalu memang sudah tidakada aliran listrik akan tetapi kalau misalnya Pemerintah dan PLN menyediakan aliran listrik saya yakin masyarakat sekitar yang diprogramkan oleh Jokowi sebagai Agrowisata diperkebunan wisata pasti akan lebih baik kedepannya,” terangnya.

Disamping itu, kendala yang disampaikan oleh Manager PLN kata Ketua Umum Trenggalek, yaitu kurang adanya trafo induk sedangkan untuk dapatkan trafo diperlukan anggaran yang cukup besar.

“Kami hanya berapa orang saja dan untuk beli trafo sekitar 50 juta ya kita mungkin barangkali dari kelompok tani masih keberatan, tahun kemarin sudah dijanjikan pada Direktur yang lama hanya dengan 7 juta sudah bisa mendapatkannya akan tetapi Dikrekturnya sudah diganti dengan yang baru jadinya diubah lagi ke harga awal,” tuturnya.

Sementara itu, Manager PLN ULP Aimas, Ade Faizal Maizar saat dikonfirmasi melalui Via WhatsApp, Sabtu (25/6/22) menjelaskan kalau pihaknya sudah menyampaikan kepada kelompok tani mekarsari sesuai hasil survei dilokasi tersebut butuh perluasan jaringan dan harus siap memberikan dana.

“Posisi ladang cukup jauh kedalam untuk teknis pelayanan kami butuh penambahan sampai pada titik tempat tujuan yang akan disambung,” ucap Manager PLN ULP Aimas.

Jika berkenan Kata Maizar, kedua belah pihak segera melakukan pertemuan agar bisa membahas secara bersama-sama. Sehingga bisa dapat informasi secara clear.

“Sebaiknya tentukan jadwal lalu pihak kami diundang dan kami pun siap hadir meski harus berikan informasi berulang kali, sebab sebelumnya sudah kami lakukan survey dilokasi serta telah menjelaskan pada saat bersamaan kepada pelanggan,” tutupnya. (Mewa)

___ __

Komentar