Pengungsi Banjir Rob Merauke Mulai Terserang Diare

MERAUKE, PAPUA SELATAN – Sebanyak 795 jiwa dari wilayah Buti dan Payum yang menjadi korban dan terdampak banjir air rob di Kabupaten Merauke Merauke, Provinsi Papua Selatan telah mengungsi selama 3 hari di GOR Head Sai Merauke, Jumat- Minggu (15-17/24).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Merauke, Romanus Sudjatmiko kepada Sorongnews.com mengatakan, hasil komunikasi dengan tim kesehatan menunjukkan bahwa kondisi kesehatan para pengungsi rata-rata masih baik.

___

“Ada beberapa yang terdampak penyakit. Ada yang sakit perut, masuk angin dan diare. Ini menjadi bahan pertimbangan kita, apakah masih tetap harus disini, sedangkan sakitnya terlihat mulai berkembang,” kata Kepala BPBD Merauke di sela-sela kegiatan, Minggu (17/3/24).

“Sebentar akan saya laporkan kepada Bapak Bupati Merauke terkait perkembangan situasi,” sambungnya.

Romanus Sujatmiko menjelaskan, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan BMKG untuk mengetahui keadaan cuaca di Merauke perhari ini dan Senin (18/3/24).

“Kalau hari ini BMKG sampaikan cuaca angin kencang dan air rob sudah menurun maka sudah pasti besok kita antar pengungsi kembali ke rumah masing-masing,” bebernya.

Menurut Sujatmiko, dari sisi kesehatan warga ditempat pengungsian tentu akan terganggu karena berkumpulnya orang banyak.

Namun Pemerintah Kabupaten Merauke melalui instansi terkait terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para pengungsi. Diantaranya, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD dan Kantor Distrik Merauke bekerjasama dengan TNI-Polri.

“Sejak awal terjadi banjir air rob, Pemerintah Kabupaten Merauke tanggap. Bahkan, Bapak Bupati langsung tindaklanjuti. Dibuktikan dengan memberikan pelayanan tempat pengungsian, makan dan minum, tikar, selimut, dan segala macam. Kami berterima kasih dan apresiasi kepada Bupati atas tindakan beliau,” tandas Kepala BPBD Merauke. (Hidayatillah/Jharu)

___ ___

Komentar