Pengedar Uang Palsu Ternyata Oknum Dosen, Terancam 15 Tahun Penjara

KABUPATEN SORONG, PBD – Polisi mengungkap pengedar uang palsu (upal) berinisial NA (45) di wilayah hukum Polres Sorong merupakan oknum dosen disalah satu universitas yang berada di Kota Sorong.

“Iya betul (oknum dosen). Disalah satu universitas di Kota Sorong,” ungkap Kapolres Sorong, AKBP Yohanes Agustiandaru saat dikonfirmasi Sorongnews.com, Minggu (14/1/24).

___

Kapolres Sorong menyampaikan bahwa, AN (45) melakukan perbuatannya dikarenakan sedang terhimpit masalah ekonomi.

Dibeberkannya bahwa, AN (45) membuat uang palsu itu hanya sekedar iseng-iseng sekitar tahun 2019 silam. Kemudian AN (45) menyimpan uang palsu tepatnya di kediamannya di wilayah Aimas hingga saat ini.

“Uang palsu tersebut telah dibuat sekitar tahun 2019 di Jalan Sorong Klamono Km 29, yang mana dibuat hanya untuk iseng-iseng. Uang palsu itu disimpan AN (45) di kediamannya sampai sekarang,” bebernya.

Atas perbuatannya, oknum dosen berinisial NA (45) itu melanggar Pasal 36 Ayat (3) Jo Pasal 26 Ayat (3) atau Pasal 36 Ayat (2) Jo Pasal 26 Ayat (2) atau Pasal Pasal 34 Ayat (2) Jo Pasal 24 Ayat (2)  Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Dengan tindak pidana mengedarkan atau membelanjakan atau menyimpan secara fisik rupiah yang merupakan uang palsu.

“Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, ” terangnya.

Sebelumnya telah diberitakan Sorongnews.com, polisi berhasil meringkus pengedar uang palsu di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Uang palsu pecahan Rp 50.000 dan sejumlah barang bukti lainnya turut diamankan pihak kepolisian. (Jharu)

___ ___

Komentar