oleh

Pasar Boswesen Digusur Pedagang Sebut Tidak Akan Pilih Lambert Jitmau

SORONG, – Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau, memimpin apel gelar pasukan tim gabungan Satpol PP dan TNI di lapangan Apel Kantor Wali Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (25/1/22). 

Usai memimpin apel pasukan, Wali Kota dan tim menuju Pasar Boswesen untuk melakukan penggusuran kepada sejumlah pedagang yang masih mendirikan lapak jualan mereka disana. Sedangkan pedagang lainnya, sudah membersihkan lapak jualan mereka dan tertib mendengar arahan Wali Kota Sorong.

""

“Kita sama-sama tahu, memang ada perbedaan persepsi. Tetapi tidak sampai 10 persen karena 90 persen sudah pindah di Pasar Modern. Kita bongkar jadi tidak boleh ada kompromi karena saya sudah rapat berkali-kali,” kata Wali Kota.

Dijelaskan olehnya bahwa sebelumnya areal yang ada tersebut dan orang yang ada disitu tahu  betul bahwa dulu ruko-ruko dan bangunan yang megah ada disitu digusur  dan telah diganti rugi oleh Pemerintah untuk dibangun jalan dua jalur.

“Kemudian bangunan yang ada, saya ganti rugi dan saya gusur rata. Masyarakat paham dan pindah. Jadi waktu itu karena Pasar Modern masih sementara membangun, kemudian masyarakat yang itu saja datang kepada saya dan minta izin untuk pinjam tempat itu. Tapi dengan satu persyaratan, jika sewaktu-waktu kalau saya butuh maka pindah tanpa alasan dan mereka setuju. Akhirnya mereka bangun sesuai mereka punya keinginan. Tapi pada waktu Pasar Modern sudah selesai, kita mau kasih pindah kok kenapa mereka harus melawan. Dan bukan tiba-tiba karena dari 5 bulan lalu sudah sosialisasi terus. Karena di Pasar Modern itu sudah dibagi habis dan mereka-mereka itu saja,” imbuhnya.

Wali Kota mengungkapkan bahwa dirinya harus tegas karena Ia ingin membangun Kota Sorong ini dengan baik. Penggusuran ini bukan gusur begitu saja, Ia mengungkapkan bahwa penggusuran adalah perjanjian yang sudah dilakukan antara pihak pemerintah dengan pemilik lahan yang telah di ganti rugi.

“Saya harus tegas, karena pemerintah daerah punya wibawa dan pemerintah punya program harus jalan. Jangan hanya karena satu-dua orang punya kepentingan kan tidak boleh. Makanya saya harus gusur. Saya lakukan pendekatan dengan mereka yang jual ikan, datang dan kita bicara baik. Pindah dulu, baru kita bangun kembali Tempat Pelelangan Ikan,” katanya.

Penggusuran tersebut dilakukan dengan menggunakan alat berat. Sejumlah lapak pedagang dirubuhkan dengan alat berat tersebut dan sebagian pedagang nampak marah dengan aksi penggusuran tersebut.

Sejumlah pedagang yang enggan digusur harus bersitegang mulut dengan petugas Satpol PP dan TNI. Mereka mengatakan bahwa Wali Kota tidak memikirkan rakyatnya. Mereka pun sampai menyebut tidak akan memilih Lambert Jitmau sebagai Gubernur jika maju sebagai Gubernur. (oke)

Komentar

News Feed