Motif Rindu Keluarga Disebut Sebabkan 53 Napi Kabur dari Lapas Sorong

SORONG, PBD- Pasca puluhan narapidana Lapas Kelas II B Sorong yang kabur dari tahanan pada Minggu 7/01/23, Kanwil Papua Barat langsung melakukan peninjauan, Senin (8/01/23).

Terjadinya insiden pelarian 53 orang narapidana langsung ditanggapi Kepala Kantor Wilayah Papua Barat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil), Taufiqurrakhman, usai bertatap muka bersama jajaran Lapas Sorong.

___

“Kejadian ini terjadi usai ibadah rutin ya minggu pagi awalnya semua berjalan baik dan penuh hikmat tapi entah bagaimana tiba-tiba ada beberapa warga binaan yang melakukan upaya pelarian, maka hari ini kami turun langsung melakukan pemeriksaan kira-kira apa faktor penyebab dari pelarian puluhan narapida tersebut,” ucap Kakanwil pada sejumlah media.

Jelasnya, satu hal perlu masyarakat ketahui memang di setiap situasi Nataru dan Lebaran psikologis warga binaan mereka ada keinginan bertemu keluarga, kemungkinan momen-momen itu yang mendorong terjadinya perbuatan tersebut.

“Diantara mereka pasti tanpa sadar saling pengaruhi satu sama lain lalu akhirnya berusaha keluar dengan mengelabui petugas memakai bunyi petasan diruang jaga, karena jumlah mereka yang cukup banyak membuat petugas kewalahan akhirnya berhasil kabur,” ungkapnya.

Tegasnya, untuk mengantisipasi hal tersebut sebelumnya selalu ada surat dari direktur lembaga kemasyarakatan kepada semua Kalapas di seluruh Indonesia untuk meminta meningkatkan kewaspadaan, karena memang sangat rawan sekali kejadian seperti itu apalagi bertepatan dengan momen hari raya.

Dirinya mengakui, memang pada saat kejadian tersebut jumlah regu yang jaga sangat kurang dibanding dengan jumlah tahanan Lapas Sorong apalagi ditambah dengan hari libur alias hari minggu.

“Jadi mungkin kesempatan mereka pada saat selesai ibadah yang dimanfaatkan dengan melihat ada celah dari jumlah penjaga yang hanya 9 orang, ini pelajaran bagi kami semua untuk lebih waspada,” bebernya.

Dia bilang, pihaknya bukan mencari alasan untuk membenarkan diri akan tetapi bahwa jumlah penjaga dan tahanan yang tidak seimbang sehingga bisa terjadi kejadian minggu siang.

Ditambahkannya, selepas kejadian tersebut dirinya selaku Kakanwil Papua Barat telah memberikan arahan-arahan kepada seluruh jajaran Lapas Sorong, untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dalam arti lebih menambah personil terlebih pada saat hari libur, serta tidak menutup kemungkinan untuk meminta bantuan pengamanan dari pihak Kepolisian.(Mewa)

___ ___

Komentar