Menteri Investasi Pasang Badan Soal KEK Sorong

SORONG, PBD – Menteri Investasi sekaligus kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja di Ibu Kota Provinsi Papua Barat Daya, Kota Sorong, Jumat (4/7/23).

Dalam lawatannya Ia berkesempatan memberikan pemaparan dan arahan terkait investasi di Rapat Kordinasi Teknis (Rakornis) yang digelar Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Barat Daya.

___

Pada kesempatan tersebut Ia memanggil satu-satu kepala daerah yang hadir, salah satunya Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati yang diingatkan mengenai produksi Nikel di kabupaten tersebut.

Sementara Pj Bupati Sorong yang dipanggilnya nampak tidak hadir kemudian mendapatkan komentar pedas dari Menteri yang pernah menghabiskan masa mudanya di Sorong.

“Kalau tidak hadir begini, tidak tahu lagi mau bilang apa. Saya cuma pesan Pak Gubernur harus instruksikan ke Bupati-Bupati untuk segera inventarisir IUP. KEK diseluruh Indonesia ada 20 termasuk KEK Sorong satu-satunya di tanah Papua. Kalau sampai KEK itu ditutup lebih baik tong semua tidur dirumah saja sudah dan itu sudah dapat ultimatum akan ditutup, tapi Saya akan menjadi jaminan bahwa KEK tidak akan ditutup karena akan berdampak pada perekonomian bukan saja di Papua Barat Daya tapi se tanah Papua. Saya siap menjadi jaminan tapi dengan syarat,” tegas Bahlil

Adapun syarat tersebut yaitu Pj Gubernur dan Pj Bupati Sorong harus secepatnya membebaskan lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 323 hektar, segera menginventarisir Ijin Usaha Pertambangan (IUP) dan dibuat peraturan daerah yang mengatur investasi di daerah masing-masing.

“Pengusaha tidak boleh atur pemerintah, pemerintah yang harus atur, tapi aturannya juga harus bijak bagi pengusaha. Saya sudah cek, Kepala daerah ini memang kurang memperhatikan DPMPTSP, kalau tidak diperhatikan, maka pengusaha yang urus mereka, pengusaha ini banyak akalnya dan awal kehancuran pembangunan,” ujar Bahlil.

Ia pun mengimbau kepada pemerintahan Muhammad Musa’ad untuk terus menggenjot kerjasama, konektivitas antar daerah agar KEK dapat menjadi tempat hilirisasi smelter produk-produk lokal di Papua di olah dan siap ekspor.

“Nikel di Raja Ampat itu tidak lagi dikirim ke Ternate tapi cukup di KEK, baru kemudian dikirim. Hasil bumi lainnya pun demikian, KEK akan menjadi pusat pengolahan produk bahan mentah,” ujar Bahlil.

Sementara itu, Pj Gubernur Muhammad Musaad menyambut baik dan berterima kasih karena Menteri Investasi siap manjadi jaminan KEK terus berlanjut di Sorong.

“Pertama kami fokus untuk pelepasan lahan 300an hektar terlebih dahulu,” ucap Musaad.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pj Gubernur PBD, Muhammad Musaad, Pj Wali Kota Sorong, George Yarangga, Pj Bupati Tambrauw, Engelbertus Kocu, Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, Sekda Kabupaten Maybrat, Sekda Kabupaten Sorong Selatan, Kepala Bappeda Provinsi PBD, Kepala DPMPTSP PBD dan forkopimda. (Oke)

___ ___

Komentar