Membawa KS Armada III dan Pejuang Rupiah, KRI Panah Kawal Distribusi Rupiah ke Daerah 3 T di Papua Barat dan Papua Barat Daya

SORONG, PBD – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) IIl Laksamana Muda TNI Rachmad Jayadi bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat dan Komandan Lantamal IX Ambon, Komandan Lantamal X Jayapura, Komandan Lantamal XIV Sorong serta unsur Pimpinan Forkopimda Papua Barat Daya, melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2023 di Dermaga Mako Koarmada III, Katapop Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Jumat (13/10/23).

Dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2023 di wilayah kerja Koarmada III ini, Pangkoarmada III menggerakkan salah satu unsurnya yaitu KRI Panah-626 untuk mengawal dan bersinergi dengan Bank Indonesia dalam mendistribusikan mata uang Rupiah di daerah Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T) di wilayah Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.

___ __

Dikatakan Pangkoarmada III dalam sambutan yang dibacakan Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Singgih Sugiarto, bahwa Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara Bank Indonesia dengan TNI Angkatan Laut tentang pendistribusian, pengamanan, dan pengawalan uang Rupiah antar kantor Bank Indonesia maupun ke lokasi yang ditetapkan serta ke wilayah 3T. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan uang yang layak edar.

Melihat kondisi geografi negara Indonesia dengan luasnya wilayah dan banyaknya sebaran pulau-pulau kecil dan terluar menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa, hal ini tidak bisa dilakukan sendiri tanpa adanya kerja sama antar elemen bangsa, ungkap Pangkoarmada III.

Lebih lanjut Pangkoarmada III menjelaskan, Bank Indonesia sebagai Bank Sentral bertujuan mencapai dan menjaga kestabilan nilai Rupiah. Bank Indonesia juga senantiasa mengkampanyekan cinta, bangga dan paham Rupiah kepada masyarakat yang merupakan pelaksanaan program dedikasi untuk negeri. Hal ini karena Rupiah merupakan simbol kedaulatan bangsa yang harus kita jaga sebagai wujud nyata ajang bela negara.

Sedangkan TNI Angkatan Laut sebagai garda terdepan dalam pertahanan bangsa memiliki tugas menjaga dan menegakkan kedaulatan NKRI. Di sinilah titik temu kerja sama yang dibangun antar dua elemen bangsa yaitu Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut yakni kesamaan dalam menjaga kedaulatan serta kesamaan kepentingan dalam mendukung pembangunan nasional.

Ditambahkan oleh KS Armada, bahwa TNI AL secara rutin turut serta dalam misi menjaga kedaulatan NKRI bersama Bank Indonesia melalui penyaluran uang rupiah hingga ke pelosok negeri. Sejumlah rintangan dan tantangan pun telah siap dihadapi prajurit TNI AL yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan selaku komandan KRI Panah-626.

“Personil, materil, logistik semua sudah disiapkan sebaik mungkin, termasuk sejumlah tantangan dan kendala saat merapat kepulau terluar yang dinamikanya cukup luar biasa, seperti tidak adanya dermaga, gelombang dan lain sebagainya. Namun kami sudah antisipasi misalnya dengan menyiapkan perahu karet, tangga darurat dan keperluan mendesak lainnya,” ujar perwira bintang satu ini.

Pada Ekspedisi kali ini, yang menjadi sasaran pendistribusian mata uang Rupiah tersebut, adalah Sorong – Waisai/ Raja Ampat – Kaimana – Pulau Namatota – Pulau Karas – Pulau Panjang Fiberglass, dengan total jarak tempuh mencapai 1122 Mil laut atau sekitar 2078 kilometer yang dilaksanakan mulai tanggal 13 sampai dengan 19 Oktober 2023, dimana dalam kegiatan tersebut Kepala Staf Koarmada III turut serta dalam pelayaran Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke beberapa daerah bersama pejuang rupiah.

Ekspedisi ini sekaligus menjadi ekspedisi  ke17 dan penutup pada tahun 2023 dengan 85 pulau yang disinggahi pejuang rupiah dari Bank Indonesia. (oke)

___ __ ___

Komentar