Masyarakat Maybrat Gelar Aksi Damai, Minta Penghitungan Surat Suara Ulang

MAYBRAT, PBD- Ratusan masyarakat Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya yang mendukung rekomendasi Bawaslu untuk penghitungan surat suara ulang oleh KPU melakukan aksi damai di Jalan Ayamaru-Fiane Distrik Ayamaru, Kamis (29/2/24) sekitar pukul 11.40 WIT.

Pada aksi damai ini, massa melakukan orasi dan membawa spanduk tertulis, Masyarakat berterima kasih kepada KPU Maybrat yang telah melaksanakan rekomendasi Bawaslu. Massa aksi juga memasang tenda untuk menutup jalan sampai ada tanggapan dari pihak KPU.

__ ___

Korlap Aksi Damai Maybrat, Daud Kambu mengungkapkan bahwa, pihaknya sebagai masyarakat Maybrat sangat berterima kasih ke KPU yang sudah menjalankan rekomendasi Bawaslu. Dimana masyarakat meminta agar dilakukan penghitungan suara ulang sehingga puas pada hasil.

“Kami minta agar pemilu 2019 jangan dibawa ke 2024 karena ada kecurangan yang dilakukan oleh pelaksana pemilu. Yang mana saat penghitungan suara, hasil suara tidak langsung ditulis di C1 dan para saksi menulis dipapan triplekxs atau karton karena tidak ada kertas yang dikasih pelaksana pemilu”, ujar Daud.

Massa juga meminta kepada Kapolres agar pelaksanaan perhitungan ulang dijaga ketat sehingga mafia-mafia tidak bisa melakukan kecurangan atau penggelembungan suara yang tidak benar. Begitupun pada Komisioner KPU Papua Barat Daya dan Ketua KPU Maybrat agar memberikan tanggapan kepada masyarakat tentang kecurangan yang di lakukan partai politik (parpol) yang ada di Maybrat.

Menanggapi aksi damai ini, Ketua KPU Maybrat, Dominggus Isir, menyampaikan bahwa pihaknya akan melaksanakan apa yang menjadi harapan masyarakat tentang penghitungan suara ulang. Ia mengatakan, pihaknya sudah membahas dalam rapat penetapan rapat pleno.

“Waktu kita sampai pada tanggal 05 Maret 2024 kedepan. Kami dari pihak KPU akan mengusahakan waktu yang mepet ini untuk melaksanakan penghitungan ulang. Apabila kami pihak KPU sudah membuka kotak dan menghitung surat suara ulang semua harus menerima dengan baik siapa yang menang dan siapa yang kalah”, cetusnya.

Dengan ada jawaban tersebut, pada pukul 13.20 WIT, aksi massa membuka palang jalan. Setelah itu, mereka mulai membubarkan diri dan akses jalan dari antar kampung dari Ayamaru ke Aifat atau Maybrat ke Sorong berjalan normal. (Valdo)

___ __ ___ ___

Komentar