Mahasiswa Demo DPRD, Minta Evaluasi Bidang Kesra Pemda Raja Ampat

RAJA AMPAT, – Sejumlah mahasiswa kembali mendatangi kantor DPRD Raja Ampat, Papua Barat, Selasa (14/12/2021). Kedatangan mereka guna menuntut agar pemerintah daerah Kabupaten Raja Ampat bisa peka dan peduli terhadap kondisi yang dialami mahasiswa Raja Ampat saat ini, mengingat Mahasiswa Raja Ampat Adalah Aset Daerah yang perlu diperhatikan.

Aksi yang dilakukan dihalaman kantor DPRD Raja Ampat ini membentangkan beberapa spanduk yang diantaranya bertuliskan “Pemerintah Raja Ampat harus segera selsaikan Bantuan Akhir Studi yang belum diselsaikan oleh Pemerintah Daerah kabupaten Raja Ampat kepada Mahasiswa/i di seluruh kota studi se-indonesia”

___

Koordinator Aksi, Muhammad Damin Leitafalas mengatakan, aksi pada hari ini, mereka ingin menyuarakan aspirasi yang banyak dikeluhkan mahasiswa Raja Ampat kepada mereka untuk didengar pemerintah.

“Kami hadir sini bukan karena kepentingan politik atau bukan mengawal kepentingan politik tertentu, kami hadir untuk menyuarakan keluhan mahasiswa karena kami melihat, bahwasanya pemerintah daerah dalam hal ini bagian Kesra ini kurang memperhatikan dan kurang peduli terhadap keresahan-keresahan yang dialami mahasiswa akhir studi serta tidak ada transparansi kepada mahasiswa” ungkap dia dalam orasi.

Selain itu, Bodewen salah satu peserta aksi dalam orasinya menyampaikan, DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyak bukan Dewan Perwakilan Rupiah yang hanya membahas tentang anggaran, tetapi juga harus melihat dan membahas persoalan masyarakat dalam hal ini mahasiswa yang saat ini sedang dialami mahasiswa diberbagai kota studi di indonesai” ujar Bodewen

Bodewen melanjutkan, Pemda Raja Ampat jangan memimpikan perubahan kalau sumber daya manusianya tidak diperhatikan dan dipersiapakan. Mahasiswa ini adalah aset daerah yang akan melanjutkan kepempimpinan di berbagai sektor di Kabupaten Raja Ampat. Untuk itu mereka harus diperhatikan”tambah bodewen

Sembari itu dia juga mempertanyakan kehadiran Anggota DPRD komisi yang membidangi Pendidikan yang mana sampai pukul 11:23 jam kantor belum hadir dikantor.

“Kami hadir disini untuk bertemu dengan DPRD komisi pendidikan dan dinas terkait bukan dengan Kepolisian dan Wartawan, DPRD mana ? Sudah jam begini kenapa belum ada dikantor, apakah masih tidur?” Tanya bode dalam orasinya.

Dihadapan perwakilan anggota DPRD Raja Ampat yang hadir. Setelah menyampaikan orasi mereka, Koordinator Lapangan Aksi Muhammad Damin Leitafalas menyerahkan berkas pernyataan sikap kepada Perwakilan Komisi I DPRD Raja Ampat, Martinus Mambraku.

Selanjutnya Masa Aksi menerima ajakan perwakilan komisi I DPRD Raja Ampat, Martinus Mambraku untuk melakukan audiensi dengan DPRD Raja Ampat beserta dinas terkait yang telah dihadirkan yakni, Kabag Kesra, Stenli Sauyai, Kabag Keuangan setda, samsudin diruang sidang.

Foto bersama mahasiswa dengan komisi I DPRD Kabupaten Raja Ampat/Satria

Pada kesempatan Audiens ini Marthinus Mambraku didampingi Wakil Ketua II Anggota DPRD, Reinold M Bulla, serta dinas terkait mendengar langsung aspirasi dan tuntutan serta kronologi mengenai bantuan akhir studi yang menyebabkan mahasiswa melakukan aksi damai dihalaman kantor DPRD Kabupaten Raja Ampat.

Audiens berlansung dengan berbagai klarifikasi, saran, serta masukan dari pihak-pihak terkait yang hadir.

Adapun dalam aksi, ada 6 point yang mereka tuntut pada hari ini yaitu diantaranya meminta audiensi dengan DPRD Kabupaten Raja Ampat untuk membahas evaluasi kinerja Pemda yakni Bagian Kesra. Mendesak DPRD yang membidangi Pendidikan agar mengundang Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), Stenli Sauyai untuk menjelaskan permasalahan akhir studi yang ditangani dibagian Kesra.

Menekan Pemda Raja Ampat untuk segera melakukan upaya menyelesaikan persoalan bantuan Akhir Studi Mahasiswa. Mahasiswa juga menuntut adanya transparansi dari dan mendesak agar pengurusan bantuan Akhir Studi dikembalikan kepada dinas Pendidikan.

Audiens pada aksi hari ini pun diakhiri dengan foto bersama. (Satria)

___ ___

Komentar