oleh

Liburan, Ayo Ke Desa Wisata Terbaik Arborek Surga Kecil Jatuh Kebumi

SORONG,- Kampung Arborek berdiri sejak tahun 2008 dan di SKkan menjadi kampung atau desa wisata, seiring berjalannya waktu masyarakat yang mendiami daerah tersebut sadar akan dunia pariwisata. Kampung Arborek merupakan kampung kecil yang berisi 66 KK dan terdapat 247 jumlah jiwa.

Menurut Gita Mambrasar, selaku Wakil Pokdarwis Kampung Arborek dan owner Arborek dive shop saat di jumpai sorongnews.com Sabtu (4/12/21) lalu mengatakan kesadaran wisata masyarakat Arborek sendiri sudah luar bisa sehingga banyak penghargaan yang dapat diraih.

“Puji Tuhan 2019 kita bisa masuk di Indonesia travel wold, dan terpilih sebagai pemanfaatan lingkungan untuk menjadi sumber ekonomi,” ungkapnya.

Kejuaraan yang diraih tak hanya sampai disitu, Kampung Arborek ini juga mendapatkan penghargaan kampung terbersih se-Papua Barat pada tahun 2017.

Menurut Gita, budaya juga mempunyai pencapaian tersendiri dimana Kampung Arborek sendiri, dulu hingga sekarang mempertahankan adat istiadat serta kebiasaan mereka. Hingga di tahun 2018 Kampung Arborek terpilih menjadi kategori kampung berbudaya.

Gita Mambrasar

Selanjutnya di tahun 2021 Kampung Arborek mengikuti lomba Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf RI beberapa waktu lalu.

Yang mana dikatakan Gita lomba yang diadakan ternyata, melibatkan tujuh puluh ribu desa wisata yang berada di Indonesia dan hanya 1000.831 desa yang terpilih selanjutnya terpilih menjadi 300 besar dan terpilih lagi menjadi 100 besar. Dan ternyata Kampung Arborek masuk dalam 50 besar.

Sementara itu di tanggal 28 November, dari 16 kampung ternyata Arborek terpilih menjadi perwakilan Indonesia timur untuk disertifikasi menjadi desa wisata berkelanjutan.

“Kami direkomendasikan langsung oleh bapak menteri Sandiaga Uno untuk ikut sertifikasi. Oktober lalu tanggal 26 tim juri penilaian datang dan tanggal 27 bapak menteri Sandiaga Uno juga datang untuk visitasi, sekaligus melihat langsung Kampung Arborek seperti apa,”terangnya.

Untuk pekerjaan sehari-hari warga Arborek sendiri dari zaman dulu hingga sekarang warga bekerja sebagai nelayan. Namun sejak menjadi desa wisata, akhirnya terdapat 40% beralih ke homestay dan memiliki pekerjaan sebagai pengusaha wisata.

Menjadi desa wisata tentu harus dilindungi keindahannya, mengingat pulau Arborek termasuk dalam zona konservasi Pari Manta (Mobula birostris). Sehingga harus di jaga oleh masyarakat serta pemerintah dinas terkait. Menurutnya dulu hanya terdapat salah satu homestay yang didirikan oleh dinas pariwisata yang mana dikelola oleh masyarakat hingga sekarang dan menjamur menjadi 9 homestay.

Gita berharap agar pencapaian yang telah mereka raih, jangan sampai disini saja, namun harus berkelanjutan karena menurut Gita mereka banyak kekurangan dan berusaha untuk memperbaiki dan alhasil semua indikator pencapaian desa wisata dapat terpenuhi dalam waktu singkat.

Tak hanya itu kehadiran jaringan dan layanan Telkomsel di Desa Wisata Arborek juga terbilang cukup memadai. dan membuka peluang untuk memaksimalkan potensi alam yang indah, untuk menambah nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

Ia juga berpesan kepada turis dan para wisatawan yang memiliki job travel di Raja Ampat dan trip ke Arborek adalah pertama hargailah adat budaya yang ada di kampung, dua jangan sampai injak karang, yang sangat utama ketiga jangan buang sampah sembarangan.

“Khusus buat para wisatawan yang mau mampir ke Arborek kabar kabarin siapa tahu, kami bisa membantu untuk menyiapkan paket makan siang. Supaya kalian tidak ribet,”demikian pungkasnya.

Saat ini Arborek dalam penjurian terakhir video favorit Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Bagi yang ingin melihatnya bisa melalui channel YouTube Kemenparekraf RI dan cari desa wisata Arborek. Lalu like, subscribe and share ke teman-teman kalian. (Fatrab/Oke)

Komentar