Launching ACBT, Setelah Berjibaku 8 Tahun Beri Layanan Kemanusiaan 24 Jam di Papua Selatan

MERAUKE, PAPUA SELATAN – Aksi Cepat Batas Timur (ACBT) menggelar tasyakuran pertama di posko kemanusiaan ACBT Provinsi Papua Selatan Jalan Raya Mandala, Kelurahan Bambu Pemali, Kabupaten Merauke, Minggu (21/1/24).

Dihadiri Penjabat (Pj) Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo diwakili Asisten II Sekda Provinsi Papua Selatan, Sunarjo, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Selatan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Merauke, Kasat Binmas Polres Merauke, tokoh-tokoh agama dan tenaga kependidikan serta donatur.

PantauanĀ http://Sorongnews.com acara tasyakuran yang dikemas sekaligus launching ACBT sebagai sebuah organisasi kemanusiaan berbasis kedermawanan dan kerelawanan masyarakat itu mengulik perjuangan tim yang telah berjibaku selama 8 tahun lebih memberikan pelayanan 24 jam kepada masyarakat di wilayah Provinsi Papua Selatan terhitung sejak 2016 hingga sekarang.

Founder ACBT, Iwan Nauli dalam sambutannya menuturkan, tasyakuran pertama ACBT sudah direncanakan pada awal 2022 setelah memiliki SK dari Kementrian Hukum dan HAM RI tanggal 13 Januari 2022.

“Namun tasyakuran pertama baru terlaksana hari ini sekaligus launching ACBT. Dirangkai dengan serah terima kendaraan wakaf dari Bapak H Ramli Kabere kepada ACBT serta meresmikan driver 24 jam atas nama Afandi untuk menemani saya melayani masyarakat Merauke, Boven Digoel dan sekitarnya,” ungkap pria energik dan peka terhadap warga di pelosok negeri yang membutuhkan bantuan.

Iwan Nauli mengakui, tim ACBT sudah melakukan aksi kemanusiaan sosial pengantaran pasien darurat, pengantaran jenazah, pengantaran ibu melahirkan dan layanan sosial lainnya bagi warga Merauke dan Boven Digoel. Sedangkan, warga Kabupaten Mappi dan Asmat belum bisa dijangkau karena armada yang tersedia di ACBT ditempuh melalui jalur darat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada alim ulama yang senantiasa menuntun dan membimbing. Melalui tangan-tangan orang dermawan sehingga lembaga ini bisa kita dirikan 13 Januari 2022,” ujarnya.

Ketua ACBT mengucapkan terima kasih kepada Pj Gubernur Papua Selatan melalui Asisten II Sekda Provinsi Papua Selatan yang hadir dalam tasyakuran pertama ACBT. Diharapkan, bisa menjadi penyambung informasi bahwa ACBT mengambil peran pelayanan kepada masyarakat yang tidak tersentuh oleh layanan pemerintah baik lembaga rumah sakit, sosial atau kemanusian lainnya.

“Kami mengambil bagian yang tercecer. Yang mungkin, pemerintah pusat dan daerah belum menjangkau masyarakat fakir miskin atau pasien dan sebagainya. Tim ACBT saat ini terdiri dari 5 personel yang bertempur dimedan pelayanan kemanusiaan 24 jam. Meninggalkan anak istri di saat sulit, berkorban waktu dan tenaga hingga menempuh perjalanan jauh,” jelas Iwan Nauli.

Dia menegaskan, perjalanan ACBT bukanlah semata menggunakan biaya pribadi melainkan donatur dari kaum muslimin atau umat islam. Untuk melayani seluruh umat atau masyarakat baik muslim maupun non muslim. Bahkan, Orang Asli Papua (OAP) menjadi perhatian serius.

Di kesempatan yang sama, Asisten II Sekda Provinsi Papua Selatan, Sunarjo menyatakan siap berjuang mewujudkan harapan yang dicita-citakan ACBT untuk masyarakat terlebih khusus OAP.

“Saya yakin dan percaya dihati, fikiran, tangan Pj Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo pasti merealisasikan tentang kepedulian, kemanusiaan, ormas dan keagamaan yang merupakan bagian mimpi masyarakat Merauke, Boven Digoel, Asmat dan Mappi,” lugas Sunarjo.

“Pintu di Provinsi Papua Selatan masih terbuka untuk program kelompok ormas dan agama. Saya bersama Pak Halim Rumalutur akan berjuang untuk mewujudkan visi misi ACBT,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Papua Selatan, Ustadz Jufri Thamrin mengapresiasi ACBT yang telah melakukan aksi kemanusiaan sejak beberapa tahun silam. Puncaknya diera Covid-19. Bahkanz, saat itu ACBT pernah mensholatkan 11 jenazah secara berjamaah.

“Motivasi diri adinda Iwan Nauli ingin mewujudkan ACBT terus bergerak melayani semua umat sampai Allah panggil kita kealam akhirat. Apa yang menjadi kegiatan beliau, mari kita jadi bagian daripadanya. Titik prioritas adalah aksi kemanusiaan bisa berada disemua lini,” sebutnya.

Jufri Thamrin berharap, aspirasi ACBT bisa sampai kepada Pj Gubernur Provinsi Papua Selatan sehingga aksi kemanusiaan semakin luas dan mampu menjangkau umat bumi Anim Ha.

“Mari kita menyatukan visi misi dan ikut ambil bagian di ACBT indonesia sehingga kita bisa memberikan sumbangsih,” tandas Ketua MUI PPS. (Hidayatillah)

___ __ ___ ___ ___ ___ ___ ___ __ ___ __ __ __ ___

Komentar