Lambert Jitmau Bantah Isu Seting Demo di Jakarta

SORONG, PBD – Beredar pesan berantai di kalangan Insan Pers dan WA Grup yang bersumber dari Forum Rakyat Papua yang berisikan undangan menghadiri aksi demo damai yang akan digelar di Istana Negara pada Hari Selasa (21/3/23) mendatang.

Isi pesan tersebut ditujukan kepada Presiden RI meminta agar Presiden RI mengangkat Lambertus Jitmau sebagai Pjs Gubernur Papua Barat Daya.

Berikut kutipan isi pesan berantai tersebut.

Salam Nusantara

Sehubungan adanya beberapa kali aksi demo di Kota Sorong Papua Barat Daya meminta agar Pjs Gub Papua Barat Daya di ganti karena selama 3 Bulan gagal Pimpin Papua Barat Daya maka demi Kepentingan Pembangunan Pemerintahan Papua Barat Daya Forum Rakyat Papua akan meminta Ke Presiden Jokowi memakai hak Prerogatifnya mengangkat Lambert Jitmau Tokoh Pemekaran Papua Barat Daya Menjadi Pjs Gub Papua Barat Daya Pada :

Hari / Tanggal : Selasa, 21 Maret 2023
Pukul. : 10.00 Wib
Tempat. : Depan Istana Negara

Atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami Forum Rakyat Papua
Yunus Kordinator.

Menanggapi hal tersebut, Lambertus Jitmau yang dimintai tanggapan membantah hal tersebut.

Lambert Jitmau saat membaca pesan berantai di media sosial/SN

“Saya baru baca pesan itu, Saya kaget, siapa Yunus ini, Yunus dari Rumah Sakit Jiwa kapa? Saya pastikan berita tersebut berita Hoax,” tegas Lambert.

Ia pun mengaku bahwa sebagai mantan ASN dan menjadi kepala daerah dua periode, Ia mengetahui dengan pasti aturan dan perundang-undangan.

“Saya tidak buta dan tidak gila, Saya tidak punya kepentingan jabatan di Provinsi. Saya kan bukan ASN, bukan pejabat eselon 2, Saya sudah pensiun. Saya rasa ada kelompok yang hari ini mereka pojokan Saya, menghilangkan Saya dalam pribadi tidak cukup disitu. Saya juga mengklarifikasi bahwa tim percepatan tidak banyak hanya 3-4 orang saja, jadi tidak ada itu tim percepatan mau demo-demo. Malah sebaliknya, Saya yang kemarin panggil pihak yang mau demo untuk batalkan demo itu,” terang Lambert yang juga sebagai Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat Daya itu.

Ia pun mengimbau kepada pihak-pihak yang menyulut perbedaan untuk meninggalkan kebiasaan mengadu domba, karena tanah Papua Pulau besar tapi hitam ini sedikit sehingga harus dijaga dan dihormati.

“Penjabat Gubernur sekarang adalah utusan pemerintah pusat, mari kita hormati dan hargai bersama. Berikan Beliau bekerja selama setahun ini, dengan merangkul semua perbedaan,” pesan Lambert. (Oke)

___

Komentar