Korban Meninggal Ledakan Gas Bertambah, DPRK Kota Sorong Akan Panggil Pertamina

SORONG,PBD – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Sorong, Syamsudin Djohan, berikan atensi khusus menyangkut Liquified Petroleum Gas (LPG) yang beredar di Kota Sorong.

Pasalnya bahan bakar yang dianggap bersih dan hemat itu, selain harganya melonjak gila-gilaan, juga kembali menelan 5 orang korban jiwa dan 4 orang luka bakar imbas dari kebocoran tabung gas.

___

Menurut Djohan, ditemukan beberapa kelemahan dalam pemakaian LPG oleh warga, diantaranya selain tidak ditemukan aroma kuat untuk mendeteksi kebocoran tabung/selang juga kurangnya sosialisasi pemakaian LPG dengan baik.

“Indikator utama mengetahui kebocoran tabung gas atau selang, itu dari bau LPG, dan saat ini yang beredar mempunyai aroma kurang kuat apalagi ditambah pihak Pertamina ataupun distributor tidak gencar memberikan tata cara penggunaan maupun penanganan tabung LPG dengan baik dan benar,” imbuhnya, Kamis(30/5/24).

Dirinya yang saat ini duduk di Komisi 2 Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat, menambahkan selain hal tersebut, harga LPG yang terus naik tanpa terkendali menjadi hal tidak lumrah, dikarenakan Sorong dan Papua Barat dikenal sebagai daerah penghasil bahan baku LPG.

“Kita akan berupaya agar pihak Pertamina segera melakukan sosialisasi terkait penggunaan LPG yang baik dan benar, minimal dengan cara mencantumkan hal-hal terkait cara pemakaian disetiap Tabung LPG. Selain itu diminta agar adanya pengendalian dan juga segera menormalkan harga LPG yang terbilang termahal di muka bumi ini,” tutupnya. (Ali)

___ ___

Komentar