KONI Papua Selatan Perkuat Atlet Melaju PON XXI/2024 Aceh-Sumut

MERAUKE, PAPUA SELATAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Selatan (PPS) masa bakti 2023-2024 mempersiapkan atlet untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara (Sumut).

Dibawah kepemimpinan Apolo Safanpo yang resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman di Swiss-belHotel Merauke, Rabu (5/4/23) sore. KONI Papua Selatan akan menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Proprov) Papua Selatan ke-1 Tahun 2023.

Porprov Papua Selatan I (pertama) Tahun 2023 sebagai kompetisi olahraga melahirkan bibit atlet berprestasi untuk melaju ke PON XXI itu digelar di Merauke, Ibu Kota Provinsi Papua Selatan pada Oktober 2023 mendatang.

“Oktober 2023, kita akan mengadakan Porprov sekaligus dalam rentetan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT)ke-1 Provinsi Papua Selatan 11 November 2023,” tuturnya kepada wartawan di Merauke.

Sebelum Proprov, sambung Penjabat Gubernur Papua Selatan, KONI juga akan menyelenggarakan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) se-Provinsi Papua Selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sorongnews.com, pelaksanaan Proprov itu akan diikuti peserta atlet dari 4 kabupaten di Papua SSelatan yaitu Merauke, Boven Digoel, Asmat, dan Mappi.

“Nanti atlet-atlet yang terseleksi ditingkat kabupaten, kita ikutkan lomba ditingkat provinsi. Dari situlah kita ambil bibitnya untuk diikutkan PON XXI/2024 Aceh-Sumut,” jelas Ketua Umum KONI Papua Selatan.

Dimasa kepemimpinannya masa bakti 2023-2024, Apolo Safanpo berkomitmen membangun olahraga di Provinsi Papua Selatan agar terus berkembang dan menghadirkan atlet berpestasi.

Meski tak dipungkiri, disebutkannya bahwa terdapat sejumlah kendala yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam membangun olahraga.

“Ada lima hal yang jadi kendala kita bersama dalam membangun dan membina keolahragaan ditanah air,” ungkap orang nomor di Papua Selatan.

Penjabat Gubernur Papua Selatan merincikan kendala-kendala olahraga tersebut, diantaranya:

1. Profesi atlet yang belum menjanjikan.

2. Olahraga belum terintegrasi dengan sistem pendidikan.

3. Minimnya dana yang disediakan untuk pembinaan olahraga.

4. Kurangnya keterlibatan berbagai pihak dalam pembinaan keolahragaan.

5. Masih minimnya sarana prasarana olahraga di daerah sehingga banyak bakat olahraga belum bisa ditumbuh kembangkan dengan baik.

“Olahraga dan seni adalah bidang yang berpotensi menjaga keberagaman, kebersamaan, dab kemajemukan. Untuk itu, semua punya tanggungjawab melakukan pembinaan keolahragaan ditanah air secara khusus di Papua Selatan,” tandas Ketun KONI Papua Selatan. (Hidayatillah/Jharu)

___

Komentar