oleh

Kolaborasi Seniman Kota Sorong Ditengah Pandemi Covid 19

SORONG, – Seniman itu memiliki dunianya sendiri, menciptakan negara dan surga serta bebas Merdeka menciptakan ruang kreatif untuk berekpresi. Sebut Andreas Agaki yang biasa dipanggil Anggas Art, salah satu pemilik sanggar lukis di kilo meter 13 Kota Sorong, Papua Barat saat dijumpai dalam aksi solidaritas lawan covid 19 mural grafiti seniman, pemerintah, tni dan polri dalam rangka Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di depan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) DEO Kota Sorong, Selasa (3/11/20).

Mengusung tema harmonisasi seni budaya dan tropical tanah malamoi puluhan seniman grafiti dan mural melukis tembok pagar DPPU milik PT.Pertamina sepanjang 300 meter. Tembok yang dulunya tidak terawat itu, disulap oleh para seniman lukis menjadi canvas ukuran besar.

Anggas mengatakan bahwa sejak Covid 19 melanda Kota Sorong Maret 2020, sebagai seniman Ia merasakan dampak yang signifikan. Pekerjaannya melukis berkurang karena pemesan juga berkurang.

Alih-alih terus melukis, Ia mulai merasakan kejenuhan. Hingga Ia memutuskan bersama komunitas grafiti dan mural untuk melukis di tembok yang tepat berada di pinggir jalan protokol.

Komentar