Klaim Tembak Mati Anggota TNI di Sorong, Kapolda dan Kapolres Maybrat Sebut Tidak Benar

SORONG, PBD – Beredar informasi bahwa Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNM-OPM) melaporkan telah menyerang pos TNI dan membakar satu unit eksavator di Sorong, Papua Barat Daya pada Jumat (27/10/2023).

Dikutip dari laman suara.com Pada penyerangan tersebut, mereka mengklaim telah menewaskan satu anggota TNI.

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengungkapkan, penyerangan dilakukan oleh TPNPB Kodap IV Sorong Raya di bawah pimpinan Komandan Batalyon Kamuntan Raya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Papua Barat, Irjen Pol DTM Silitonga di Sorong Sabtu (23/10/23) mengaku bahwa tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian yang terjadi di proyek pembangunan puskesmas di Ayata.

“Benar ada satu buah eksavator yang dibakar tapi Kami sudah telusuri dugaan sementara akibat kurang puas oknum yang bersangkutan kepada pemegang proyek. Namun ini masih ditelusuri dan belum ada yang diamankan, yang penting masyarakat merasa tenang dan aman-aman saja,” ujar Kapolda.

Sementara itu, Kapolres Maybrat, Kompol Ruben Obed Kbarek,S.Ik yang dikonfirmasi melalui Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi, S.Ik, MH, Minggu malam (29/10/23) mengatakan sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa atau korban luka di Maybrat.

Sebelumnya Kapolres Maybrat telah melakukan upacara sumpah pemuda dan gelar bakti kesehatan dan sosial di kampung Ayata, pasca teror yang dilakukan OTK pada proyek pembangunan puskesmas di kampung Ayata, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya pada Jumat (27/10/23).

Situasi keamanan di Maybrat dipastikan aman dan kondusif pasca kejadian.

Satu unit eksavator yang dibakar kini diamankan sebagai barang bukti dan telah dipasang police line untuk penyelidikan lebih lanjut. (Oke)

___ __ ___

Komentar