oleh

KKST Klaim Perempuan yang Dibakar Warga Berstatus ODGJ

SORONG, – Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) melakukan aksi unjuk rasa di Markas Polresta Sorong, Papua Barat Daya, Selasa siang (24/1/23).

Kedatangan puluhan warga itu guna meminta kepolisian segera menangkap pelaku penganiayaan dan pembakaran perempuan hidup-hidup di kompleks Kokoda Kilo meter 8 Kota Sorong, Selasa pagi.

“Kedatangan kami sendiri untuk meminta kepada pihak Kepolisian untuk segera menangkap pelaku penganiayaan dan pembakaran terhadap almarhumah saudara kami,” ujar Ketua KKST, La Tumpu saat berorasi.

Selain itu, Ia menyatakan bahwa korban yang dibakar merupakan warga KKST dengan status orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang baru tiba di Kota Sorong sekitar 2 minggu dan sementara tinggal dirumahnya.

Korban yang diketahui bernama Wage ini diketahui lahir di Soandala 1 Juli 1973. Hal yang mengejutkan adalah diduga sebelumnya korban juga mengalami hal serupa di Jembatan Puri Klademak Pantai Kota Sorong, Sabtu lalu (21/1/23). Korban diduga menjadi salah satu penculik anak yang wajahnya menyerupai salah satu gambar di foto hoax yang viral dishare warga di media sosial.

Entah naas seperti apa, Wage kembali dianiaya warga di kompleks Kokoda dan berakhir dibakar warga.

“Kami minta kepada warga jangan ada gerakan tambahan. Semuanya tenang, kalau ada pelaku segera lapor ke polisi, jangan main hakim sendiri,” imbau La Tumpu.

Aksi unjuk rasa sendiri berlangsung damai dan warga membubarkan diri secara tertib.

Sementara itu hingga pukul 16.00 WIT, Jenazah korban pembakaran masih berada di ruang jenazah menunggu pengurusan pemakaman.

Dari pihak kepolisian sendiri, masih belum mengungkapkan identitas korban pembakaran dengan alasan masih tahap penyelidikan. (Mewa/oke)

 

Komentar