oleh

Kinerja Terkini GRUP ANJ, Laba Meningkat, Produksi Sagu Alami Peningkatan

 

JAKARTA – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik yang dilakukan secara daring, Rabu (9/6/21). Dalam rilis tertulisnya kepada redaksi sorongnews.com acara tersebut dipaparkan mengenai kinerja terkini Grup ANJ hingga kuartal pertama 2021.

Dalam Paparan Publik, Lucas Kurniawan, Wakil Direktur Utama ANJ menyampaikan bahwa kinerja Perseroan pada kuartal pertama 2021 mengalami peningkatan, baik dari sisi produksi maupun harga jual jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Harga CPO yang lebih tinggi pada kuartal pertama 2021, berkontribusi positif pada kinerja Perseroan dan diharapkan penguatan harga CPO terus berlanjut hingga akhir tahun. Prospek harga CPO untuk tahun 2021 diperkirakan oleh banyak analis akan bullish, terutama disebabkan oleh defisit produksi di Malaysia karena masalah tenaga kerja, perkiraan produksi minyak nabati lainnya lebih rendah akibat cuaca kering dan pemulihan permintaan serta ekonomi global setelah COVID-19. Namun, ada beberapa faktor risiko yang menjadi perhatian kami, termasuk kenaikan pajak ekspor yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia, kenaikan produksi CPO dan keberlanjutan mandat biodiesel,” ujar Lucas.

ANJ mencatatkan peningkatan produksi TBS (Tandan Buah Segar) kebun inti sebesar 19,1% dari 152.965 ton pada kuartal pertama 2020 menjadi 182.156 ton pada kuartal pertama 2021. Produksi minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil atau “CPO”) mengalami peningkatan dari 51.811 ton pada kuartal pertama 2020 menjadi 62.559 ton pada kuartal pertama 2021, sedangkan produksi inti sawit (Palm Kernel atau “PK”) mengalami peningkatan dari kuartal pertama 2020 sebesar 10.599 ton menjadi 12.706 ton. Harga jual rata-rata CPO mengalami kenaikan dari USD 625 per ton pada kuartal pertama 2020 menjadi USD 695 per ton pada kuartal pertama 2021.

Untuk lini bisnis sayuran, produksi Edamame segar mengalami penurunan dari 193 ton pada kuartal pertama 2020 menjadi 178 ton pada kuartal pertama 2021, terutama disebabkan oleh telah dimulainya produksi edamame beku. Pada kuartal pertama 2021, Perseroan berhasil melakukan ekspor perdana ke Jepang sebesar 117 ton, dengan harga jual rata-rata sebesar Rp22.268 per kg.

Produksi sagu mengalami peningkatan dari 447 ton pada kuartal pertama 2020 menjadi 768 ton pada kuartal pertama 2021. Peningkatan produksi ini terutama disebabkan oleh meningkatnya tingkat ekstraksi sagu dari rata-rata 7% pada kuartal pertama 2020 menjadi 13% pada kuartal pertama 2021.

“Kinerja keuangan ANJ pada yang kuartal pertama 2021 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan kuartal pertama 2020. Pendapatan bersih meningkat dari USD36,8 juta pada kuartal pertama 2020 menjadi USD58,7 juta pada kuartal pertama 2021. ANJ mencatat laba bersih meningkat sebesar USD3,1 juta pada kuartal pertama 2021 dibandingkan rugi bersih pada kuartal pertama 2020 sebesar USD1,2 juta.” tambah Lucas.

Nunik Maharani Maulana, Group Head of Sustainability and Corporate Communications, ANJ, mengatakan bahwa ANJ terus memprioritaskan kesejahteraan para karyawan serta masyarakat, melalui berbagai program pelibatan dan pengembangan masyarakat.

“Di 2020, operasi kami membawa dampak positif bagi lebih dari 6.000 petani kelapa sawit dan 38 petani mitra edamame. Kami telah membelanjakan lebih dari USD 6 juta untuk program-program lingkungan dan sosial yang secara langsung-tidak langsung berdampak pada bisnis kami. Ada lebih dari 233.000 orang penerima manfaat dari berbagai program tersebut,” ujar Nunik.

Pada tahun 2020, Komitmen Grup ANJ dalam keberlanjutan berbuah pengakuan dengan diraihnya PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia untuk anak perusahaan ANJ di Belitung, yang merupakan perkebunan kelapa sawit pertama yang meraih PROPER Emas. Sementara itu, anak perusahaan ANJ di Sumatera Utara, untuk kedua kalinya meraih PROPER Hijau. (*Ris/oke)

Komentar