Keluarga Korban Perdagangan Orang Di Jayapura Datangi DPRD Kota Sorong

SORONG,- Puluhan Massa Aksi dari beberapa pihak keluarga korban perdagangan orang yang meninggal di Kota Jayapura mendatangi Kantor DPRD Kota Sorong untuk menyampaikan tuntutan atas pertanggungjawaban dari Hendrik Sitorus pengusaha yang diduga mengajak 13 anak muda Papua bisnis ilegal dan meracik miras oplosan di Jayapura.

Menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat serta dua truk, keluarga korban dari daerah Rufei terlihat beriring-iringan menelusuri Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Basuki Rahmat menuju kantor DPRD di Kilometer 10. Kedatangan mereka ini bertujuan agar beberapa Jenazah kerabat mereka dapat dipulangkan ke Sorong.

___

Setibanya di kantor DPRD, kedatangan massa disambut baik oleh Pihak Anggota Komisi II DPRD, Syarifuddin Sabonama, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan singkat oleh beberapa perwakilan pihak korban dengan DPRD yang berlangsung di dalam gedung pertemuan Kantor DPRD Kota Sorong, Papua Barat, Rabu (25/5/22).

Perwakilan Keluarga Korban, Frengky Rumere, saat ditemui insan pers mengatakan bahwa, keluarga menuntut agar jenazah dipulangkan setelah itu keluarga akan sesuai dengan aturan yang berlaku namun akan ada pertemuan antara keluarga dan pelaku yang nantinya akan diselesaikan secara adat.

“Kami minta segera mungkin jenazah-jenazah ini dikembalikan ke Sorong selanjutnya akan ada pertemuan keluarga untuk membicarakan menyikapi permasalahan ini diselesaikan secara adat sehingga dari pihak pelaku dan korban ada kesepakatan karena kami tidak mau jenazah tiba di sini langsung habis, itu bukan akhir dari sebuah aspirasi yang kami sampaikan hari ini,” ungkap Rumere.

Dirinya juga berharap agar pihak pemerintah dan kepolisian untuk turut membantu dalam memfasilitasi agar terlaksananya pertemuan tersebut agar masalah ini tidak berlarut akan tetapi bisa terselesaikan dengan baik.

“Kami minta pemerintah kota bahkan aparat kepolisian untuk membantu memfasilitasi sehingga ada pertemuan adat untuk penyelesaian masalah ini,” ujarnya.

Dirinya mengatakan sampai saat ini pihak keluarga hanya meminta terutama jenazah dipulangkan terlebih dahulu, sebab jika sampai jenazah tidak dipulangkan batas waktu besok massa yang datang akan lebih banyak dari hari ini.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR, Syarifuddin Sabonama, menjelaskan bahwa, Pertemuan tadi masyarakat sudah menyampaikan aspirasi mereka ada tiga aspirasi yang menjadi konsen kami sebagai perwakilan rakyat.

“Yang pertama jenazah harus dipulangkan kemudian pihak yang memperkerjakan mereka di sana juga harus bertanggung jawab selanjutnya proses-proses lainnya juga harus segera diselesaikan dengan pihak keluarga.

Dirinya mengatakan walaupun kejadiannya di Jayapura namun para korban tersebut merupakan warga Sorong, sehingga pihak DPR menerima aspirasi yang disampaikan kemudian akan disampaikan pimpinan dewan serta akan dikomunikasikan dengan kepala daerah.

“Kami akan komunikasikan juga dengan kepala daerah dalam hal ini pak Wali Kota Sorong supaya mungkin ada langkah-langkah antisipasi awal yang bisa dilakukan guna meringankan perasaan duka dari pada keluarga korban tersebut,” imbuhnya.

Ditempat yang sama Pihak Kapolsek Sorong Timur, Kompol J.D Sairlela, mengatakan bahwa pihak kepolisian semaksimal mungkin telah meredam situasi kemarin pasca terjadinya kejadian.

Personil yang diturunkan kurang lebih 50 personil gabungan yaitu dari Polsek Sorong Barat, Polsek Sorong Timur dan Polsek Sorong Kota.

“Kami setiap hari melakukan patroli mulai dari pagi sore sampai tengah malam, jadi bukan saja pada saat situasi begini baru kami melakukan patroli namun patroli,” tutup Kapolsek. (Mewa)

Baca juga : https://sorongnews.com/diduga-4-korban-perdagangan-orang-meninggal-di-jayapura-warga-serang-penginapan-pandawa/

___ ___

Komentar