Karantina Pertanian Sorong dan BBKSDA Papua Barat Gagalkan Penyelundupan 244 Satwa Liar dan Langka

SORONG, PBD – Karantina Pertanian Sorong bersama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat berhasil menggagalkan penyelundupan sejumlah 244 satwa liar dan langka melalui KM. Ciremai dengan tujuan Jakarta di Pelabuhan Laut Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (5/4/23).

Dalam rilis tertulis yang diterima redaksi sorongnews.com diketahui setelah mendapat informasi kecurigaan penyelundupan satwa dari Intelijen Karantina Pertanian Sorong. Petugas BBKSDA bersama dengan pejabat Karantina Pertanian Sorong yang sedang melakukan pengawasan memeriksa barang yang dibawa oleh Tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dan pelaku penyelundupan yang dicurigai.

Total sejumlah 244 ekor satwa hidup berupa reptil berhasil diamankan, satwa terdiri dari jenis satwa yang dilindungi dan tidak dilindungi.

Jumlah satwa yang dilindungi sebanyak 108 ekor, yang terdiri dari 42 ekor Ular Sanca Hijau (Morelia viridis), 50 ekor Biawak Hijau (Varanus prasinus), dan 16 ekor Biawak Maluku (Varanus indicus). Sedangkan, jumlah satwa yang tidak dilindungi sebanyak 136 ekor, yang terdiri dari 1 ekor Ular Sanca Irian (Apodora papuana), 1 ekor Ular Sanca Permata (Morelia amethistina), 56 ekor Ular Boa Pohon (Candoia carinata), 17 ekor Ular Sanca Bibir Putih (Leiopython albertisi), 4 ekor Biawak Ekor Biru (Varanus doreanus), 56 ekor Biawak Pohon Tutul Biru (Varanus macraei), dan 1 ekor Biawak Bunga Tanjung (Varanus salvadori). Seluruh satwa yang tidak dilindungi masuk dalam Appendiks II CITES.

Satwa kemudian dibawa oleh BBKSDA Papua Barat untuk diidentifikasi lebih lanjut. Kepala Karantina Pertanian Sorong, I Wayan Kertanegara mengatakan bahwa keberhasilan ini berkat sinergi yang terjalin antara Karantina Pertanian Sorong dan BBKSDA Papua Barat.

“Dengan sinergi yang kuat, diharapkan dapat melindungi satwa dan menjaga kelestarian ekosistem,” tutup I Wayan. (*/Oke)

___ __ ___

Komentar