Kapolda Papua Barat Pimpin Rakor Percepatan Vaksinasi di Kota Sorong

SORONG, – Masih jauhnya angka capaian vaksinasi di Kota Sorong hingga masih dinyatakan level 3 PPKM, membuat pemerintah Provinsi Papua Barat, jajaran TNI dan Polri melaksanakan Rapar Kordinasi secara offline maupun virtual.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing memimpin rakor di Kota Sorong, didampingi Danrem 181 PVT, Brigjen TNI Indra Heri dan Wali Kota Sorong, Lambertus Jitmau.

___

“Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kota Sorong, Polda Papua Barat dan Kodam XVIII/Kasuari berkomitmen, hingga akhir bulan November 2021 capaian vaksinasi COVID-19 harus mencapai 50 persen dan bulan Desember 2021 mencapai 70 persen. Agar target tersebut dapat tercapai, maka berbagai cara dan upaya akan dilakukan untuk meningkatkan capaian vaksinasi COVID-19 di Papua Barat umumnya dan Kota Sorong khususnya,” terang Kapolda.

Pihak Kepolisian juga menurut Kapolda telah berupaya dalam membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan capaian vaksinasi. Salah satu upaya yaitu melaksanakan Grebek Vaksin dengan melibatkan semua komponen masyarakat yang dilakukan secara masif di sejumlah lokasi kegiatan.

“Komitmen untuk meningkatkan capaian vaksinasi, dimulai dengan capaian target harian. Untuk Provinsi Papua Barat, target hariannya yaitu 6000 orang yang divaksin terbagi di 13 kabupaten/kota,” bebernya.

Agar target harian dapat tercapai, sambung Tornagogo, maka pihaknya akan berkolaborasi menggelar berbagai kegiatan dengan rencana-rencana kerja yang dilaksanakan.

“Kita tidak perlu banyak bicara, tapi melaksanakan itu dengan baik,” tegasnya.

Lanjutnya, oleh karena itu masyarakat diimbau untuk sama-sama mensukseskan target capaian vaksinasi 50 persen dan 70 persen. Hal ini agar masyarakat juga bisa terbentuk kekebalan imunitasnya, didalam menghadapi gelombang-gelombang COVID-19 di Indonesia khususnya di Papua Barat.

Meskipun demikian, katanya, semua itu juga harus disikapi oleh seluruh masyarakat Papua Barat, untuk mau divaksin. Mau di vaksin, sambungnya, bukan karena mengejar untuk mendapat sembako saja, tapi bagaimana masyarakat punya kesadaran untuk betul-betul terbentuknya kekebalan imunitas masyarakat di Papua Barat.

“Untuk meningkatkan capaian vaksinasi, menjadi tanggung jawab semua pimpinan yang ada di Provinsi Papua Barat untuk bagaimana bisa mempengaruhi warganya agar mau divaksin,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Sorong Lambert Jitmau mengatakan, untuk meningkatkan capaian vaksinasi COVID-19 di Kota Sorong, dirinya akan turun langsung memimpin pelaksanaan vaksinasi.

“Saya akan mengerahkan 10 kepala distrik, 41 kepala kelurahan dan 10 kepala puskesmas bahkan sampai ke tingkat RT/RW untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19, karena mereka yang punya penduduk,” ungkap Wali Kota Sorong dalam Rapat Koordinasi Terkait Pemaparan Kerja Masing-masing Kabupaten/Kota Dalam Pencapaian Vaksin Dosis 1 Bulan November 50 Persen dan Desember 70 Persen, yang berlangsung di Vega Hotel Sorong, Senin (15/11).

Menurut Lambert, meskipun pihaknya sudah melakukan segala cara agar capaian vaksinasi COVID-19 meningkat, namun persoalan kembali lagi kepada bagaimana niat baik warga Kota Sorong untuk mau divaksin.

“Segala cara akan kita lakukan agar capaian vaksinasi meningkat, tapi persoalan kembali lagi kepada warga masyarakat. Karena meningkatkan capaian vaksinasi, merupakan tanggung jawab semua pihak,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Sorong ini juga berterima kasih kepada Kapolda Papua Barat, karena sudah menggerakkan semua personelnya untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19 khususnya di Kota Sorong.

“Kita semua merasa bertanggung jawab penuh pada warga masyarakat. Karena jika warga sehat, negara cerdas maka semua ikut maju,” tandasnya. (Oke)

___ ___

Komentar