oleh

Kala Jenderal Terkejut dengan 6.095 Warga yang Vaksin di Kodim/1707 Merauke

 

MERAUKE, – Jenderal bintang satu di wilayah Anim Ha terkejut dengan antusias ribuan warga yang mengikuti serbuan vaksin COVID 19 di Kodim 1707/Merauke, Papua.

Hal itu terekam saat Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap (ATW) Brigadir Jenderal TNI Bangun Nawoko didampingi Komandan Kodim 1707/Merauke, Letnan Kolonel Czi Muh Rois Edy Susilo meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID 19 sekaligus menyapa masyarakat dari berbagai daerah yang sedang berada di Aula Anim Ha Makodim 1707/Merauke, Papua, Kamis (8/7/21).

Pantauan Sorongnews.com, berawal dari Danrem bertanya kepada para peserta kenapa mau mengikuti vaksin COVID 19? Lantas seorang ibu menjawab, “Biar sehat. Biar kita punya imun kebal pak. Punya daya tahan terhadap virus corona.”

Brigjen TNI Bangun Nawoko pun bertanya lagi, “Tahu ada vaksin disini darimana?” Seorang ibu muda itu membeberkan, mengetahui informasi serbuan vaksinasi COVID 19 oleh TNI Angkatan Darat dari temannya.

“Berarti nanti ibu punya kewajiban memberitahu teman-teman lainnya,” pesan Danrem.

Namun, ibu muda tersebut justru menjawab sudah menunggu lama untuk mengantri disuntik vaksin sejak pukul 05.00 WIT.

“Jam 05.00 WIT sudah ada yang datang? Sudah ada petugasnya?” tanya jenderal dengan terkejut disambut anggukan Ibu tersebut dan mengatakan petugas sudah ada.

“Wah ngeri kali,” lugas pria berbadan tegap berotot dan disiplin itu geleng kepala sambil tersenyum.

“Kami dari jam 04.00 WIT jalan kaki dari rumah kesini (Kodim 1707/Merauke, red),” sambung ibu paruh baya lainnya yang duduk dikursi plastik tepat disamping Danrem berdiri.

Dengan hangat, Danrem pun meminta keikhlasan seluruh peserta vaksin agar tetap bersabar mengantri karena personil TNI AD yang diterjunkan dibagian administrasi atau lainnya sudah maksimal, namun tenaga kesehatan/vaksinator bagian suntik vaksin sangat terbatas.

Selain itu, pandemi COVID 19 saat ini mewajibkan semua orang patuh terhadap protokol kesehatan dengan 5M yang digaungkan oleh pemerintah. Diantaranya, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi. Seluruh kegiatan harus berjalan tertib agar tidak menyalahi prokes.

Kepada wartawan, Brigjen TNI Bangun Nawoko menuturkan, dalam hitungan sepekan kini tercatat sebanyak 6.095 orang telah mengikuti vaksinasi COVID di Kodim 1707/Merauke. Sejak TNI melaksanakan kegiatan vaksinasi COVID 19 secara serentak mulai Sabtu dan Minggu 3-4 Juli 2021. Kodim 1707/Merauke justru melaksanakan serbuan vaksinasi berturut-turut hingga 8 Juli 2021.

“Luarbiasa antusias masyarakat dibanding tahap satu kita harus antar jemput dan kasih snack. Sekarang bahkan ada yang datang kesini jam 04.00 WIT. Sosialisasi kita TNI-Polri, pemda dan media cukup berhasil. Harapan besar kami, media terus beri edukasi informasi yang tepat kepada masyarakat sehingga mau berbondong-bondong ikut vaksin,” ucapnya.

Dikatakan, target dalam sepekan 3.000 vaksinasi sudah tercapai. Pekan depan masih akan dilaksanakan serbuan vaksinasi COVID 19 di Kodim 1707/Merauke pada Senin-Kamis.

Danrem menyayangkan minimnya orang asli Papua (OAP) yang divaksin akibat terkendala banyak yang tidak memiliki KTP dan KK. Orang nomor satu dijajaran Korem 174/ATW itu akan berjuang menyampaikan kepada bupati Merauke.

“Mudah-mudahan nanti kita bisa berdiskusi dengan bupati, supaya ada solusi untuk semua masyarakat yang ada di Merauke memenuhi syarat ikut vaksin. Saya yakin, ada edukasi penjelasan para wartawan akan lebih rame (masyarakat yang datang vaksin, red),” demikian pungkas jenderal.

Sementara itu, Ratna (22) kepada Sorongnews.com mengungkapkan terima kasih kepada jajaran TNI AD di Merauke yang telah menggelar serbuan vaksinasi gratis. Ia bersama adik dan saudara-saudaranya pun memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Meskipun harus antre. Kami sangat berterima kasih sudah dibantu,” kata gadis kelahiran 1999 ini menunggu hasil print kartu vaksin tahap pertama. (Hida)

Komentar