Kadistrik Salawati Tengah Bantah Keras Kapolsek Seget Terlibat Ilegal Loging

KABUPATEN SORONG, PBD – Beredar informasi bahwasanya Kapolsek Seget terlibat kasus ilegal loging yang berlokasi di Kampung Maralol, Salawati Tengah, Kabupaten Sorong, belum lama ini.

Menanggapi itu, Kepala Distrik (Kadistrik) Salawati Tengah, Naomi Ormak buka suara dan membantah keras soal informasi keterlibatan Kapolsek Seget dalam kasus ilegal loging di wilayah Distrik yang dipimpinnya itu.

___

“Untuk penjelasan mengenai masyarakat adat MOI Maden menduga ada oknum Kapolsek Seget terlibat praktek ilegal loging di Salawati Tengah, setelah kami cek di lapangan, ternyata itu tidak benar,” tegas Kadistrik Salawati Tengah, Naomi Ormak didampingi Kadistrik Salawati Selatan, Amirudin Umalelen saat ditemui Sorongnews.com di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Senin (18/3/24).

Dipaparkannya bahwa, informasi yang telah beredar disejumlah platform adalah hal yang tidak benar dan tidak mendasar, hanya berdasarkan informasi perorangan.

“Kami sangat menyayangkan terkait informasi yang beredar mengenai keterlibatan Kapolsek yang bertugas ditempat kami. Karena itu seyogyanya dengan tegas kami sampaikan bahwa apa yang ditulis dan diinformasikan serta beredar disejumlah platform media sosial itu tidak benar, sehingga jangan menggiring masyarakat untuk hal yang tidak baik, apalagi hingga membenci sesuatu institusi maupun pemerintahan,” paparnya.

Lebih lanjut, diakuinya, selama ini antara Pemerintah dan TNI-Polri selalu berkolaborasi dan bekerjasama dalam berbagai sektor khususnya yang berkaitan langsung dengan masyarakat.

“Kasian bahasa kasarnya beliau ini difitnah. Apalagi ini berada di nuansa bulan suci Ramadhan. Karena itu, saya pun berkewajiban meluruskan hal telah terjadi,” tandasnya.

Sementara itu, Kadistrik Salawati Selatan, Amirudin Umalelen menambahkan, pemalangan yang telah terjadi serta kepemilikan kayu itu tidak ada kaitannya dengan oknum aparat baik TNI maupun Polri, terlebih seperti informasi yang telah beredar beberapa hari lalu.

“Kalau pemalangan itu terjadi berarti mengatasnakaman individual bukan atas nama adat, suku maupun marga tertentu. Apabila mengatasnamakan suku maupun adat seluruhnya dipanggil dan membuka ruang adat untuk memutuskan sesuatu, inikan berarti sikap individualisme atau tindakan perorangan,” terang Kadistrik Salawati Selatan, Amirudin Umalelen sekaligus Ketua Suku MOI Maya Kabupaten Sorong.

Dirinya berharap, masyarakat dapat lebih jeli dan teliti dalam menerima berbagai bentuk informasi yang beredar, baik secara resmi maupun beredar tanpa sumber yang jelas.

Sebelumnya beredar informasi masyarakat menduga terhadap Kapolsek Seget lantaran selama ini keluar masuknya kayu jenis merbau (kayu besi) di Salawati Tengah berjalan lancar, mulai dari penebangan hingga pengangkutan ke Sorong, terlihat tanpa adanya kendala.

Tak hanya itu, beredar pula informasi jalur yang dilalui kendaraan pengangkut kayu tersebut berdiri Markas Polsek, sehingga masyarakat menduga seakan-akan adanya pembiaran terhadap kegiatan ilegal loging. (Jharu)

___ ___

Komentar