Kadis Ketahanan Pangan Blak-blakan Akui Perekonomian Maybrat Lesu dan Bocor

SORONG, PBD – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maybrat, Korneles Naa blak-blakan mengakui perekonomian di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, saat ini dalam kondisi lesu.

“Sampai hari ini sudah 15 tahun uang Maybrat bocor ke Sorong Selatan dan Kabupaten Sorong dikarenakan akses begitu mudah, orang lebih merasa nyaman untuk turun belanja barang di Sorong, tidak belanja di Maybrat, akhirnya menyebabkan perekonomian di Maybrat itu lesu,” ucap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maybrat, Korneles Naa saat ditemui sejumlah awak media, di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (24/2/24).

Lebih lanjut, dinilainya harga beras hari ke hari tambah meningkat, sehingga pihaknya mendorong bantuan beras dari pemerintah pusat agar dapat diakses langsung oleh masyarakat.

“Beras sekarang ini kenaikan harga meningkat terus, kami di Maybrat mendorong bantuan beras dari pusat untuk akses langsung ke masyarakat, sehingga mereka (masyarakat) tidak lagi membeli beras dan dapat membeli keperluan yang lain,” bebernya.

Kemudian, disebutkan Korneles, dalam upaya mendorong perekonomian agar terus tumbuh di Kabupaten Maybrat, pemerintah daerah setempat telah mendorong pejabat ASN dan Non ASN di lingkup Pemerintahan Kabupaten Maybrat untuk membeli hasil dagangan dari mama-mama Maybrat.

“Pemerintah Maybrat mendorong pejabat dan pegawai untuk membelanjakan hasil jualan mama-mama Maybrat di pasar harus dibelanjakan, sehingga arus perputaran uang dan barang itu cepat,” terangnya.

Tak hanya itu, demi mendorong perekonomian Maybrat agar terus tubuh, pemerintah setempat telah menetapkan makanan lokal untuk hadir disetiap acara pemerintahan.

“Acara pemerintahan itu makanannya harus diganti dengan makanan lokal, supaya mendorong daya beli masyarakat, sehingga ekonomi Maybrat dan terutama perekonomian masyarakat meningkat,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, dirinya meminta pemerintah daerah lebih sensitif untuk melihat bahwa inflasi sedang naik di Kabupaten Maybrat, sehingga harus dilakukan monitoring perputaran harga dipasaran.

“Memang kemarin di Maybrat itu ada inflasi tetapi masyarakat enjoy, tidak terlalu merasakan dampak inflasinya itu. Namun pemerintah harus sensitif untuk melihat bahwa inflasi sedang naik, kita pantau terus dan monitoring harga barang di pasar-pasar, melihat harga beli di Sorong dan harga jual di Maybrat, itu terjadi selisih yang tinggi atau tidak, kalau tinggi kita intervensi untuk harus terjadi stabilisasi harga,” pintanya.

Dirinya berharap agar seluruh komponen pemerintah daerah beserta seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama turut serta menanggulangi inflasi yang terjadi saat ini.

“Bagaimana mendorong kegiatan nyata dan konkrit agar bisa menanggulangi dan menekan inflasi. Inflasi ini kan tidak bisa dihilangkan, tetapi bisa dikendalikan, cara kendalikannya itu dengan mengontrol masuk keluarnya barang serta membentuk BUMD Pangan,” ujarnya.

Ditambah Korneles, pangan menurutnya merupakan kebutuhan utama yang tidak bisa ditunda dan menjadi urat nadi pergerakan perekonomian daerah.

“Namanya Pangan ini adalah kebutuhan utama yang tidak bisa ditunda dan menjadi urat nadi pergerakan perekonomian daerah,” tambahnya. (Jharu)

___

Komentar