Jelang 14 Februari, Forum Lintas Suku Asli Papua Minta Penjualan Miras Dihentikan

SORONG, PBD – Forum lintas suku asli Papua Provinsi Papua Barat Daya meminta agen resmi atau lokal menutup sementara penjualan minuman keras (miras) menjelang pencoblosan 14 Februari 2024.

Hal ini disampaikan ketua Forum Lintas Suku Asli Papua, Ellyas Yumte didampingi pengurus lainnya di sekretariat forum lintas suku asli Papua di Jalan Nuri Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (7/2/24).

Ia mengatakan bahwa Miras dapat menjadi salah satu faktor gangguan keamanan selama pesta demokrasi berlangsung.

“Kami juga mengimbau kepada
semua masyarakat Papua Barat Daya untuk tidak mengkonsumsi miras yang bisa berakibat hukum dan mengacaukan pesta demokrasi,” tegas Yumte.

Mewakili lintas suku asli Papua, Ia mengajak seluruh masyarakat Papua Barat Daya yang memiliki hak pilih untuk menyalurkan hak suaranya pada 14 Februari 2024 dengan datang ke TPS melakukan pencoblosan dan tidak Golput.

“Kepada seluruh masyarakat sebagai pemilih yang cerdas agar sama-sama menyukseskan pemilihan umum dengan tidak terprovokasi dengan berita-berita yang menyesatkan serta tanpa money politik untuk memilih Presiden, Wakil Presiden dan wakil rakyat kita di DPR, DPD, DPRD dengan menggunakan hati nurani,” ajak Yumte.

Ia juga mengimbau semua masyarakat yang mendiami Provinsi Papua Barat Daya untuk turut menjaga keamanan, ketertiban, mulai dari dalam keluarga dan lingkungan masing-masing. (Oke)

___ __ ___ ___ ___ ___ ___ ___ __ ___ __ __ __ ___

Komentar