oleh

Influencer Muda Asal Kota Sorong Ini Kenalkan Budaya Papua Melalui Medsos

SORONG, – Alvin Arobi, pria berusia 19 tahun asal Kota Sorong menjadi salah satu influencer yang melakukan testimoni di kegiatan Indonesia Cakap Digital yang digelar Kementerian Infokom di Swissbell Hotel Kota Sorong, Papua Barat, Rabu – Kamis, (20-21/5/21).

Disela-sela kegiatan, Alvin yang saat ini menempuh perkuliahan jurusan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Sorong menuturkan kisahnya hingga menjadi Influencer dengan pengikut 61,5 ribu di Instagram dan 3 ribu lebih di Youtube.

Ia mulai terjun di medsos sejak tahun 2017 saat masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Saat itu, Ia kerap mengunggah konten cerita pendek, cerita lucu, pantun atau kiasan serta mengcover sejumlah lagu dan mendapatkan respon baik dari warga bukan hanya di Sorong tapi seluruh nusantara.

Saat ini Ia juga sudah dapat menghasilkan pundi-pundi Rupiah dengan aksinya di media sosial. Sejumlah brand memintanya untuk memperkenalkan produk atau memasarkan sejumlah barang dengan bayaran tertentu.

“Pengalaman pertama itu, Saya dibayar 200.000 rupiah dan yang paling tinggi 2 juta rupiah. Waktu dapat uang dari media sosial yang Saya punya, cukup senang juga. Hasilnya saya bagi ke orang tua, misalnya membelikan mama mukenah dan bapak sarung. Saya pikir walau tak seberapa, itulah hasil kerja keras Saya pertama buat orang tua,” ujar pria asli Fak-Fak.

Ia menambahkan bahwa selama ini Ia menggunakan Medsos hanya untuk kesenangan pribadi tanpa memikirkan konten apa yang harus berdampak bagi pengikutnya hingga dapat menghasilkan uang. Semua menurutnya mengalir begitu saja, namun dengan kegiatan Indonesia Cakap digital oleh Kemenkominfo, Ia semakin paham manfaat literasi digital dan bagaimana cara memanfaatkannya.

“Dengan media sosial, kita bisa juga memperkenalkan budaya Papua apalagi dikalangan anak muda. Hal ini menjadi efektif dikarenakan berkembang nya zaman saat ini. Kita jangan salah menggunakan media sosial, kita harus berkarya, memberikan motivasi dan pengaruh baik bagi yang menonton,” imbuhnya.

Alvin berharap dengan adanya perhatian dari Kemenkominfo dalam hal ini pemerintah, dapat secara rutin memberikan pelatihan dan pendampingan serta kebutuhan sarana prasarana kepada anak-anak muda untuk lebih dapat berkreasi dan berkarya.

“Pemerintah punya tanggung jawab dalam mendukung dan memberikan pendampingan bagi kami anak muda untuk menggunakan media sosial dengan benar,” harap Alvin.

Selain Alvin ada puluhan Influencer lainnya yang mengikuti Indonesia Cakap Digital.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam pembukaan Indonesia Makin Cakap Digital” secara virtual pada Kamis (20/5) di Jakarta, mengatakan bahwa internet harus bisa meningkatkan produktivitas masyarakat sehingga dapat memberi nilai tambah secara intelektualitas, sosial, kultural dan ekonomi.

“Kita harus tingkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan lebih banyak konten kreatif yang mendidik, menyejukan, dan menyebarkan perdamaian,” imbau Presiden dalam sambutannya.

Sedangkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate mengatakan bahwa literasi digital adalah keniscayaan untuk menghindari warganet dari dampak negatif internet. “Semakin intensifnya pengunaan internet pada 196,7 juta warganet di Indonesia maka tugas kita adalah memastikan setiap anak bangsa mampu mengoptimalkan kebermanfaatan internet,” ungkapnya.

Sebagai upaya dalam percepatan literasi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatik (Kemenkominfo) menggelar setidaknya 20 ribu pelatihan berdasarkan modul dan kurikulum yang menyasar pada empat pilar literasi digital, yaitu: digital ethics, digital society, digital skills, dan digital culture. Program tersebut setiap tahunnya menjangkau 12,4 juta partisipan di 514 kab/kota di 34 provinsi.

“Sasaran yang terus bertambah menandakan keseriusan pemerintah dalam melakukan terobosan dan akselerasi di bidang pegembangan SDM digital. Kita harap setidaknya 50 juta masyarakat Indonesia akan terliterasi digital sampai 2024 mendatang,” ujarnya.

Kemenkominfo juga mencanangkan program Digital Challange Schoolarship (DTS) yang menyediakan 100 ribu beasiswa per tahun guna mengasah keterampilan digital di tingkat menengah untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknolgi digital. Seperti: big data, Artificial Intelligence (AI), machine leraning, cloud computing, cyber security dan pemanfaatan data kemajuan teknologi digital lainnya. Program ini bekerja sama dengan 93 universitas dan politeknik di 34 provinsi.

Sedangkan pengembangan keterampilan digital tingkat lanjut juga dilakukan dengan program Leadership Digital Academy (DLA). Program ini terbuka bagi 300 pemangku kebijakan di sektor publik dan privat setiap tahunnya. Para peserta terdiri dari start up founder, kepala dinas pendidikan provinsi, kab/kota, serta para pimpinan di sektor digital lainnya.

“Kami mohon kerja sama semua pihak untuk berkolaborasi baik secara horizontal maupun vertikal dengan pelibatan sistem secara menyeluruh. Mari kita mengikuti kelas literasi digital secara gratis sepanjang tahun ini dan tahun-tahun berikutnya.Karena momentum ini adalah titik transformasi yang menunjukkan partisipasi Saudara semua yang menandakan kebangkitan era digital nasional Indonesia,” kata Menkominfo secara virtual. (Oke/Riq)

Komentar