Hujan, Antara Berkat dan Musibah*

SORONG, PBD – Hujan lebat yang melanda Kota Sorong  tepatnya pada 22 Agustus 2022 lalu,  menyebabkan banjir cukup besar di wilayah Kota Sorong dan kemungkinan menjadi banjir dengan jumlah terdampak yang cukup tinggi. Kondisi tersebut mengharuskan  warga untuk mengungsi di tempat yang lebih aman dan nyaman untuk beristirahat.  Begitupun juga di tempat tinggal saya yang terletak di KPR Pepabri, RT 2,RW 7 Malanu. Banjir yang tingginya hingga mencapai batas lutut tanpa permisi masuk ke dalam rumah. Meskipun secara fakta terdapat got yang besar. Saluran air tersebut bisa mengalirkan air hujan dengan lancar, tetapi mengapa bisa banjir?

Baca Juga : https://sorongnews.com/banjir-mengepung-ratusan-rumah-di-berbagai-titik-di-kota-sorong-arus-lalu-lintas-terganggu/

___ ___ ___ ___

Memang kalau dilihat dari  kondisi cuaca, curah hujan sangatlah lebat. Sedangkan letak rumah memang rendah, tetapi jarang sekali terjadi banjir dengan tinggi sebatas lutut. Saya yakin bahwa kondisi banjir yang cukup ekstrem di beberapa tempat tidak hanya dipengaruhi oleh curah hujan semata. Menurut beberapa artikel yang saya baca, selain curah hujan ada beberapa alasan mengapa banjir bisa terjadi di kota sorong diantaranya daerah resapan air yang semakin sempit, area hijau juga semakin jarang sehingga mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air.

Tidak hanya itu, kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) juga sudah penuh sesak dengan rumah-rumah warga yang terlihat semakin tidak tertata. Karenanya aliran air dari hilir ke hulu menjadi terhambat dengan adanya perumahan tersebut. Dan yang memperparah kondisi di daerah aliran sungai tadi adalah kebiasaan warga yang membuang sampahnya langsung ke sungai. Dapat dilihat semisal di Kali Remu, tidak hanya sampah limbah rumah tangga namun kita juga bisa menemukan sampah berupa kasir busa, lemari, potongan pohon dan lain-lain. Sampah-sampah ini berakibat pada semakin dangkalnya sungai sehingga sungai yang seharusnya dapat menampung debit air hujan menjadi kurang maksimal dan mengakibatkan air sungai meluap.

Seperti halnya di pinggir Kali Remu atau tempat yang lain, di kompleks saya juga terlihat beberapa warga yang kerap membuang sampah di got depan rumah, padahal sudah disiapkan truk pengangkut sampah setiap pagi sekitar jam 07:00 WIT untuk mengangkut sampah para warga, tetapi mereka masih saja membuang sampah di got. Jadi kompleks rumah tidak terhindar dari musibah banjir.

Hal itulah yang menyebabkan kebanjiran di kota Sorong terjadi, karena tidak ada rasa kepedulian sebagian warga terhadap linkungan, mereka tidak perduli bahwa sampah yang mereka buang sembarangan itu akan menyebabkan kebanjiran dan merugikan orang lain, padahal mereka juga yang akan terkena dampak dari hasil yang mereka buat tersebut.

Baca juga : https://sorongnews.com/bpbd-kota-sorong-sebut-2-orang-md-akibat-longsor-dan-9-000-rumah-terdampak-banjir/

Menurut saya seharusnya para warga di kota Sorong bisa dapat sadar dan mengambil tindakan yang tepat yaitu membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, saya sebagai seorang siswa sering berpikir apa susahnya untuk membuang sampah di tempatnya? Toh tidak akan merugikan diri sendiri  dan tidak akan menyusahkan kita kan? Malah kalau membuang sampah sembarangan justru merugikan  diri sendiri dan orang lain. Bahkan tidak jarang saya jumpai para pengendara mobil bermerk bagus juga masih membuang sampah melalui kaca mobilnya. Padahal saya sangat yakin mereka juga memiliki kemampuan untuk membeli tempat sampah yang dapat ditaruh di dalam mobilnya.

Seharusnya kita sebagai manusia itu menjaga alam ini, menjaga lingkungan kita agar terhindar dari bencana –bencana yang akan datang  kedepannya, yah kalau dipikirkan lagi mana mungkin bencana akan datang dengan sendirinya?  kalau bukan dari perbuatan manusia itu sendiril, padahal  Allah SWT, sudah memberikan kita tempat yang paling indah dimuka bumi ini  kenapa kita harus merusaknya?

Kita sudah dewasa bukan anak kecil lagi yang harus selalu diberitahukan untuk menjaga lingkungan, anak kecil saja mereka sudah punya kesadaran untuk menjaga lingkungan ini, terus bagaimana dengan kita yang dewasa? Kapankah kesadaran itu datang? Apakah perlu untuk selalu diingatkan?.

Maka dari itu marilah kita sebagai warga kota Sorong untuk menjaga lingkungan kita agar tidak tercemar, begitupun sebaliknya untuk warga seindonesia yang ada di luar sana untuk menjaga lingkungan tetap terjaga dengan tidak membuang sampah sembarangan, agar terhindar dari bencana banjir.

Kalau kita mau lingkungan kita, kota Sorong kita, Indonesia kita terhindar dari bencana banjir maka haruslah kita  mempunyai kesadaran yang tinggi untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tidak terjadi kebanjiran lagi. Membuang sampah pada tempatnya, membersihkan kali-kali yang banyak sampahnya , tidak membuang sampah sembarangan dan yang paling penting cintai lingkungan kita agar selalu bersih dan terhindar dari bencana-bencana yang lainnya. (*)

*Penulis : Rianti Safitri Anggraeni U.D. Siswa SMAIT Peradaban Al Izzah Sorong

Baca Juga : https://sorongnews.com/akibat-banjir-ruas-jalan-protokol-di-kota-sorong-lumpuh-total-aktivitas-masyarakat-terganggu/

___ __

Komentar