Gusti Sagrim Minta Pemerintah Lihat Generasi Muda Bukan Sibuk Bicara Banjir dan Sampah

SORONG, PBD- Ketua Komisi III Kota Sorong Gusti Sagrim mengapresiasi langkah tepat yang dilakukan oleh Yayasan Jaya Karisma Papua (Jakapa) dalam melakukan pemberdayaan anak-anak muda putus sekolah.

Dalam penyampaiannya sebelum membuka selubung papan nama dirinya menegaskan bahwa seharusnya pemerintah yang bertanggungjawab untuk mengatasi permasalah tersebut bukan sibuk dan fokus berbicara tentang sampah atau banjir.

___

“Apresiasi tinggi saya berikan kepada teman-teman Jakapa karena sudah bekerja keras untuk mendirikan yayasan ini dengan, mendiskusikan lalu kemudian melihat permasalahan yang tidak bisa dijangkau langsung oleh pemerintah,” ungkap Ketua Komisi III DPRK Kota Sorong Gusti Sagrim, Rabu (24/04/24).

Dikatakan demikian karena banyak permasalahan yang minim perhatian dari pemerintah seperti aibon, narkoba, minuman keras, putusnya pendidikan dan kegagalan-kegagalan generasi emas lainnya tidak bisa hanya dilihat dari sebelah mata.

“Kalau hanya memandang dengan sebelah mata saja maka pemerintah ini hadir untuk siapa percuma saja kalau tidak bisa memproteksi masalah-masalah yang terjadi, bukan lebih cepat melihat fenomena fisik yaitu banjir dan sampah kemudian disitulah kita menilai bahwa ini masalah luar biasa,”beber bakal calon Wali Kota Sorong ini tegas.

Anehnya papar Gusti, mereka tidak melihat ada anak-anak Papua yang belum cukup usianya nongkrong di tengah malam menghabiskan waktu istirahat dengan bergadang diatas pukul 00:00 wit sampai tembus pagi pukul 06:00 wit setelah menjaga parkir.

“Saat ini tidak bisa kita jalan sombong angkat dada padahal anak-anak Papua di tanahnya sendiri masih terlihat jadi tukang parkir di pinggir jalan, Sorong tidak begitu besar dan dapat dijangkau dengan kendaraan apabila ada kejadian-kejadian unik yang terjadi didepan tetapi mata jasmani juga rohani kita tertutup sampai tidak melihat apa-apa,” pungkasnya.

Nanti lanjutnya, kita hanya fokus melihat saat banjir terjadi kemudian semua sibuk berbicara tetapi tidak jeli atau bertanya penyebab begal, seperti beberapa waktu lalu kasus pemerkosaan bahkan ada juga pembunuhan kini kehidupan orang-orang di Kota Sorong sudah tidak lagi merasa nyaman.

“Kalau sudah begini siapa yang harus menyelesaikan perihal tersebut jawaban hanya satu yaitu pemerintahlah yang harus hadir memberikan rasa nyaman bagi masyarakatnya sendiri, agar dapat memproteksi hal itu akan tetapi apabila malas tahu dan masa bodoh maka orang-orang di kota ini akan hidup dengan cara masing-masing lalu pemerintah akan hidup dengan gayanya sendiri,” tandasnya.

Sebab menurutnya kasus-kasus kriminal yang seringkali terjadi dilihat orang bukan sesuatu yang luar biasa melainkan hal yang biasa-biasa saja, sampai nanti ada orang yang diperkosa ataupun dibunuh kemudian meninggal itu pun dilihat sebagai fenomena yang biasa-biasa saja.

“Permasalahan inilah yang harus dicegah sedini mungkin melalui kelembagaan-kelembagaan seperti Jakapa, sekali lagi saya ingin menyampaikan terima kasih kepada yayasan ini yang sudah duduk mengumpulkan pemikiran dan ide lalu melahirkan sebuah tindakan nyata,” tutupnya. (Mewa)

___ ___

Komentar