oleh

Grand Opening Program Kerja DMI Kota Sorong, Berikut Sejumlah Kegiatan Unggulannya

SORONG, – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Sorong melakukan grand opening program kerja tahun 2021 dengan mengangkat tema nyaman beribadah, damai dalam bermasyarakat dihadiri 80 orang Imam Masjid, 80 orang Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) dan 40 orang pengurus DMI Kota Sorong di Hotel Mariat Kota Sorong, Papua Barat, Senin (29/11/21).

Ketua Panitia Grand Opening DMI Kota Sorong, Ansori dalam laporannya mengatakan bahwa Grand Opening Program Kerja DMI Kota Sorong didukung oleh pemerintah Provinsi Papua Barat melalui bantuan dana hibah. Dimana usai grand opening, akan dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan yaitu pelatihan kepada imam Masjid, sosialisasi dan sertifikasi bagi Ketua BKM se Kota Sorong.

“Dilanjutkan tanggal 5 Desember, pelatihan khotib dan latihan kepengurusan jenazah, tanggal 11 pelatihan manajemen Masjid dengan menghadirkan nara sumber dari Masjid Jogjakariyan dan Januari akan dilanjutkan dengan audisi Adzan. Kami berharap dengan bantuan dana hibah Gubernur Papua Barat ini, kita dapat memaksimalkan kegiatan program kerja dengan baik. Apalagi Kota Sorong sebagai penggerak masjid harus bisa hidup, makmur, manajerial dan kegiatan ibadah harus jalan bagus,” harap Ansori.

Ketua Panitia Program Kerja DMI Kota Sorong/Oke

Ketua DMI Kota Sorong, Kisman Rahayaan dalam sambutannya mengatakan bahwa bersyukur Provinsi Papua Barat pada waktu beberapa lalu menjadi peringkat teratas secara nasional sebagai daerah dengan toleransi tertinggi umat beragama. Hal ini membuktikan bahwa pemimpin daerah, Gubernur Papua Barat memimpin dengan tulus, menggunakan hati yang jernih dalam memimpin daerahnya sehingga tercapai kerukunan antar umat beragama.

“Oleh sebab itu, sebagai masyarakat nusantara yang berdiam diri di Tanah Papua. kami keluarga besar DMI Kota Sorong ketika mendapatkan kucuran dana hibah, Kami fokuskan memanfaatkan untuk membiayai beberapa kegiatan sehingga turut menciptakan Tri Kerukunan yaitu kerukunan interen umat beragama, kerukunan antar umat beragama dan kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah,” ujar Kisman.

Ditambahkan olehnya bahwa sejumlah pelatihan kepada mubaligh, pengurus masjid, pengurus BKM, selain meningkatkan wawasan keagamaan juga akan meningkatkan wawasan kebangsaan.
“Jumlah penduduk Kota Sorong ini paling banyak dibandingkan kabupaten lainnya di Papua Barat. Sehingga menjadi tolak ukur bagi kabupaten lain, kalau Kota aman maka daerah lain aman,” imbuh Kisman.

Ia menambahkan dari sejumlah kegiatan yang akan dilakukan dalam program kerja adalah audisi adzan. Audisi ini terbagi tiga zona. Dimana bukan hanya sekedar audisi atau lomba, melainkan peserta akan dilatih, dibina agar dapat mengetahui bagaimana mengumandangkan adzan dengan baik, benar, sahih, sehingga dapat diterima oleh semua orang tanpa terkecuali.

“Semua kegiatan  ini bertujuan meningkatkan syiar Islam dan memfungsikan kembali masjid sebagai pusat pembinaan umat yang bermuara  pada peningkatan toleransi umat beragama. Inilah inti pesan moral yang ingin disampaikan pengurus DMI,” pesan Kisman.

Sementara itu, Asisten III bidang administrasi, perekonomian dan pembangunan mewakili Wali Kota Sorong,  Thamrin Tajudin dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai organisasi besar, pengurus DMI harus saling mendukung di tanah Papua. Papua dengan kearifan lokalnya tentu harus dihormati oleh setiap orang. Hal ini agar tercipta kerukunan dan hamonisasi, saling bermanfaat dan satu pemahaman diantar umat beragama.

“Atas nama pemerintah, Kami berharap semua program kerja yang disusun dapat diimplementasikan sepenuhnya dan turut mendukung pemerintah dalam menjaga toleransi di Kota Sorong khususnya dan Papua Barat pada umumnya,” pesan Tajudin.

Perwakilan Gubernur Papua Barat yang diwakili Staf Ahli Gubernur bidang kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Muhammad Tawakal dalam sambutannya menyampaikan pesan agar setiap program kerja DMI Kota Sorong, dapat sesuai dengan aturan dan mekanisme organisasi. Hal ini disebabkan DMI memiliki tanggung jawab besar dalam pembinaan khotib, imam masjid dan penguatan SDM Masjid.

“DMI memiliki tanggung jawab besar dalam memakmurkan masjid. Sehingga keberadaan Masjid tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh umat Islam tapi dapat juga dirasakan manfaatnya oleh umat lain, serta pemerintah. Sehingga semua program pemerintah khususnya bidang keumatan dapat berjalan dengan baik dengan dukungan dari DMI,” pesan Tawakal.

Selain dihadiri Imam, khotib Masjid dan BKM se Kota Sorong, nampak hadir sejumlah pejabat TNI/Polri, Kepala Kantor Agama Kota Sorong, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sorong, Ketua Ikaswara Kota Sorong dan sejumlah tokoh umat Islam lainnya. (Oke)

Komentar

News Feed