Gegara Uang 4juta, Penjaga Parkir Dipolisikan Keluarga Oknum Anggota Dewan

SORONG, PBD – Nasib malang menimpa Maikel Semunya (27), pria lajang anak yatim piatu ini sebelumnya tulang punggung keluarga, karena harus membiayai adiknya yang sedang berkuliah di Jogja dengan menjadi penjaga parkir di Mall Sorong Ramayana.

Namun sejak 26 hari lalu, tulang punggung keluarga ini harus mendekam dalam dinginnya jeruji besi di Polresta Sorong Kota.

___

Pria yang tidak tamat Sekolah Dasar ini menjadi penjaga parkir sejak tahun 2015 di salah satu sub kontraktor CV yang menangani pengelolaan parkir Ramayana, ditetapkan sebagai tersangka penggelapan dana parkir Ramayana oleh Polresta Sorong Kota.

Pria yang tinggal di kompleks Mapura Klademak ini terbilang lugu karena selama bekerja hanya mengikuti perintah atasannya di CV tersebut tanpa mengetahui besaran upah pasti tiap bulannya.

Namun profesi sebagai penjaga parkir berakhir pada bulan Juli tahun 2022 lalu. Dimana masa kontrak yang harusnya berakhir pada September 2022 itu kandas ditengah jalan, karena sepihak perusahaan CV KR yang dipimpin anak anggota dewan memecatnya tanpa alasan serta pesangon.

“Akibatnya Maikel Semunya menahan uang sejumlah Rp4.003.000 sebagai jaminan untuk mengetahui kepastian alasan dirinya dipecat dari CV KR,” ucap salah satu tokoh pemuda Klademak Robertus Nauw saat jumpa pers di kawasan Ramayana, Senin malam (17/7/23).

Masih dari keterangan Robi, akibat kejadian yang berlarut sejak setahun lalu itu, sekitar 6 kali mediasi telah dilakukan oleh pihak Ramayana, sesepuh Klademak dan tokoh masyarakat setempat. Namun tidak pernah dihadiri oleh CV AR yang dipimpin oknum anggota dewan dan CV KR yang dipimpin anak oknum anggota dewan. Hingga laporan polisi dan penjemputan paksa oleh pihak kepolisian kepada Maikel Semunya akhir bulan Juni 2023 saat MS bekerja.

“Kami maunya persoalan ini diselesaikan secara baik-baik saja. Kami sudah coba untuk melakukan mediasi, tapi dari pihak CV Kanafaro Raya dan CV Athabu Raya tidak hadir sama sekali dalam mediasi tersebut. Tiba-tiba adik kami Maikel Semunya sudah dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penggelapan dana parkir Ramayana Mall,” bebernya.

Sejak dipecat itu, ada kesepakatan bahwa pengelolaan parkir sementara oleh CV KR dibekukan dan uang parkir Ramayana dikelola oleh pemuda Klademak.

7 Orang Dipanggil ke Polresta Sebagai Saksi

Akibat kejadian tersebut, 7 orang pemuda dipanggil pihak Polresta Sorong Kota untuk dimintai keterangan sebagai saksi, salah satunya Roberth.

“Hari Selasa kami ada tujuh orang dipanggil ke Kantor Polisi, untuk diminta keterangan sebagai saksi atas kasus yang dilaporkan oknum keluarga anggota DPRD Kota Sorong ini. Kami tetap akan kooperatif dan datang ke kantor polisi, untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya tentang masalah ini. Karena kami rasa, adik Maikel Semunya ini dia tidak bersalah,” tegasnya.

Roberth juga mengatakan, jika masalah ini proses hukumnya tetap berlanjut sampai di Pengadilan, maka pihaknya juga tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah tegas.

“Kalau masalah ini tidak bisa diselesaikan secara baik-baik dengan mediasi, maka kami akan mengambil langkah tegas. Kami akan meminta kepada pihak Pemerintah Kota Sorong, Bapak Pj Wali Kota Sorong dan Ramayana Mall Sorong untuk memutuskan kontrak kerja sama dengan pihak CV Athabu Raya dan juga CV Kanafaro dan jangan lagi diperpanjang kontraknya. Kalau Ramayana tetap perpanjangan kontrak, maka kami tidak akan menjamin keamanan di sekitar sini,” tegasnya.

Ia pun berharap pemerintah Kota Sorong, Pj Wali Kota Sorong untuk turun tangan melihat permasalahan parkiran Ramayana karena sudah lama dimonopoli oleh anggota DPRD bersama keluarganya. (Oke)

___ __ ___ ___

Komentar