oleh

Front Suara Anak Papua Minta Kejari Hentikan Proses Hukum “Titipan”

SORONG, – Front Suara Anak Negeri Papua Peduli Keadilan mendatangi Kejaksaan Negeri Sorong, Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (18/3/21).

Kedatangan mereka tersebut untuk menyampaikan aspirasi kepada Kejaksaan Negeri Sorong untuk tidak membuat kegaduhan terkait penegakan hukum di wilayah Sorong Raya dan meminta dengan tegas agar Kejari Sorong menghentikan proses hukum yang didasari kepentingan.

“Kami sepakat bahwa sebuah Korupsi adalah kejahatan yang memperkaya diri sendiri dan meninggalkan kesan tidak baik kepada publik. Ulah korupsi itu terjadi pembangunan yang tidak maju dan Kami mendukung pemberantasan korupsi. Terlepas dari itu Kejaksaan harus mengambil keputusan sesuai fakta hukum yang benar. Meminta kejaksaan menunjukan siapa yang salah dan benar,” ujar Yermia.

Ditambahkan oleh Veri Onim, mereka memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Sorong yang sedang melakukan proses hukum dugaan korupsi. Namun Ia meminta kepada Kejaksaan agar proses hukum dibuktikan sesuai fakta hukum dan jangan membuat penggiringan Opini.

Dalam tuntutannya kepada Kepala Kejari Sorong, Penanggung jawab aksi, Veri Onim didampingi Kordinator lapangan Yermia Kambuaya dan sekretaris Roger Mambraku menyampaikan enam tuntutan kepada Kejari Sorong yaitu pertama, dengan tegas meminta Kejaksaan menghentikan proses hukum yang didasari kepentingan. Kedua, hentikan perilaku Jaksa yang disusupi kepentingan dalam proses penegakan hukum.

Ketiga, hentikan penegakan hukum yang berdasarkan opini di tempat kerja. Keempat, Kejari Sorong hentikan bola liar dalam penetapan tersangka. Kelima, Kejari Sorong hentikan penegakan hukum tebang pilih, dan keenam Kejari Sorong diminta untuk usut tuntas dugaan korupsi yang melibatkan senioritas OKP yang sprindisnya berada di Pidsus Kejari Sorong.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Erwin Saragih mengatakan bahwa Kejari Sorong tetap bekerja profesional. Dimana jika cukup bukti maka kejaksaan akan melanjutkan dan apabila tidak ada cukup bukti maka dihentikan.

“Awasi dan silahkan nilai kinerja kami,” ujar Kajari.

Usai menyampaikan tuntutannya, Front suara anak negeri membubarkan diri dengan tertib. (Oke)

Komentar