Freddy Ndolu : Transformasi LPP RRI Sebagai Media Layanan Publik Multiplatform

MERAUKE, – Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI sebagai lembaga penyiaran yang memiliki sejarah panjang di Indonesia, memiliki peranan penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat, terutama di wilayah Papua maupun Papua Barat.

Ketua Dewan Pengawas LPP-RRI, Frederik Ndolu menawarkan sebuah gagasan menuju satu abag RRI 1945-2045 yakni ‘transformasi lembaga penyiaran publik sebagai media layanan publik multiplatform.

“Lewat media multiplatform yang saya tawarkan tiga batu tungku: RRI Radio, RRI.Net/TV, dan RRI Online sebuah redefinisi kembali. Kita tidak bisa melihat RRI Radio saja, sekarang sudah konfergensi karena teknologi menjadi media layanan publik multiplatform,” terangnya kepada wartawan usai kegiatan diskusi publik dan bedah buku sekaligus pertemuan dengan direktur TMB LPP RRI bersama Satker RRI se-Papua-Papua Barat secara daring di Gedung Kanol Say LPP RRI Merauke, Jumat (17/9/21).

Pria kelahiran Kupang, NTT yang akrab disapa Freddy Ndolu ini mengungkapkan, ada 11 poin penting yang diusulkan dan diperjuangkan untuk masa depan RRI. Diantaranya, RRI harus terbebas dari intervensi pihak manapun, aset dan kekayaan RRI yang harus di atur dengan baik, serta perlu adanya upaya menyatukan RRI dan TVRI.

Sejalan dengan visi RRI yaitu terpercaya dan mendunia, sambungnya, maka harus berusaha menyiarkan yang dibutuhkan rakyat. Selain itu, terus berjuang melayani publik.

“Jangan rakyat butuh lain, kau siaran lain. Yang dibutuhkan pendengar interaktif harus diketahui. Kemudian dikemas dalam berita program siaran,” pesan Freddy.

Pihaknya juga mengusulkan agar adanya 11 anggota dewan pengawas. Dimana ketua nya ditetapkan oleh Presiden. Freddy mengupayakan agar LPP RRI dapat menjadi media call center dan bukan sebagai lembaga pencari materi dan perlu adanya fokus pembenahan terhadap program maupun konten siaran.

Dikesempatan yang sama, Direktur TMB Rahadian Gingging mengungkapkan, jumlah pemancar RRI di seluruh Indonesia berjumlah sekitar 700 pemancar yang tersebar di seluruh satker LPP RRI Se Indonesia.

“Pemancar kita dalam kondisi baik dan masih beroperasi dengan maksimal di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Menurut Rahadian, LPP RRI juga telah berintegrasi menuju era teknologi digital, melalui streaming aplikasi RRI Play Go, RRI Online, RRI 30 Detik, RRI Net dan sejumlah teknologi digital lainnya yang terus di kembangkan di RRI.

“Untuk perkembangan streaming kita mulai dari tahun 2013,itu ada RRI Play,” lugasnya.

Rahadian berharap, LPP RRI dapat menjadi lembaga yang terus mampu bersaing di era teknologi digital seiring perkembangan teknologi yang terus mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Pantauan sorongnews.com, kegiatan berlangsung sesuai protokol kesehatan pencegahan COVID 19 dengan menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan.

Hadir Kepala LPP RRI Merauke, Moch Bugi Hidayat dan seluruh kru RRI Merauke. (Hida)

___ __ ___

Komentar