Dituding Keras Terlibat Praktik Tambang Ilegal di Sayosa Kabsor, Kuasa Hukum Pemilik Buka Suara, Bilang Begini

SORONG, PBD – Dituding keras terlibat praktik tambang ilegal di wilayah Distrik Sayosa, Kabupaten Sorong belum lama ini, Kuasa Hukum pemilik Perusahaan berinisial W dan istri berinisial F buka suara dan angkat bicara menjawab perihal tudingan yang tak mendasar itu.

Hal ini disampaikan Kuasa Hukum Pemilik Perusahaan berinisial W dan istri berinisial F, Jefrry Lambiombir saat menggelar jumpa pers disalah satu cafe di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa sore (16/4/24).

Dikatakannya bahwa, pernyataan yang dikeluarkan salah satu LSM kepada sejumlah media mengenai praktik tambang ilegal yang bergulir di Distrik Sayosa Kabupaten Sorong dasarnya seperti apa, apalagi informasi yang beredar bahwasanya istri pemilik berinisial F ini dikaitkan praktik tambang ilegal, sehingga menurutnya ini merupakan pencemaran nama baik.

“Kita sebagai kuasa hukum daripada yang diduga yang dituliskan dalam media terkait dengan inisial F (istri pemilik) adapun juga yang tulis nama lengkapnya F. Jadi untuk F ini yang dikeluarkan oleh salah satu LSM mengatakan bahwa F ini sebagai pemilik (pemilik tambang ilegal), sekarang dasarnya apa mengatakan itu, ada tidak bukti-bukti apa sehingga F ini dikaitkan dengan tambang ilegal, itu yang menjadi pertanyaan kami,” kata Kuasa Hukum Jefrry Lambiombir, Selasa sore (16/4/24).

“Jadi ini juga berupa somasi terbuka kepada pemberi pernyataan (salah satu LSM) kepada media terkait statement dia yang menuding klien kami F ini, karena F ini statusnya ibu rumah tangga, yang sehari-hari kerjanya masak, jadi ada statement bahwa dia (F) itu pemilik tambang (tambang ilegal), kami akan segera proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku, karena dia (F),sebagai ibu rumah tangga,” sambungnya.

Diterangkannya, perusahaan tambang yang dituding ilegal itu memiliki perizinan, namun dibantahnya, perusahaan yang dimaksudkan tidaklah beraktivitas, bukan ditudingkan tengah beraktivitas, disebabkan pemilik w sedang menjalani pengobatan intensif di Jakarta lantaran menderita penyakit keras yang dialaminya.

Tak hanya itu, diakuinya, saat ini perusahaan tersebut belum memperpanjang izin perusahaan dikarenakan sedang fokus terhadap proses penyembuhan pemilik w yang sedang jatuh sakit.

“Terkait tambang ilegal, yang dimaksudkan tambang ilegal itu apa, tambang ilegal itu tidak berizin, ini tambang yang ada izinnya, sirtu, kenapa saat ini sampai tidak beraktivitas, dan saya sampaikan saat ini tambang tidak beraktivitas, salah satunya karena pemiliknya sakit, sehingga belum diperpanjang izinnya, bukan tidak berizin, dan saat ini pemilik w dalam tahapan pengobatan di Jakarta. Jadi, terkait informasi tambang ilegal itu maka kami sebagai tim hukum juga bingung dengan informasi-informasi yang beredar, bagi kami itu sudah fitnah yang luar biasa, itu sudah pencemaran nama baik klien kami ibu F maupun dari perusahaan itu sendiri,” terangnya.

Dirinya menyesalkan ada pihak-pihak yang sengaja memotret lokasi tambang dari kliennya itu lalu menyebarkan informasi yang tak benar ditengah-tengah masyarakat.

“Terkait foto-foto tidak ada foto aktivitas, disitu dia berupa wordshop, adapun material itu stok, stok yang sudah dipersiapkan, ada yang saya lihat bukti-bukti foto, tidak ada saya lihat aktivitasnya,” sesalnya.

Sebagai Kuasa Hukum, dirinya meminta, agar pihak yang menyebarkan tudingan dan fitnah terhadap kliennya itu agar segera mungkin untuk mengklarifikasi statement yang telah dilontarkan kepada media, apabila tidak, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum.

“Ini ada yang masuk tanpa izin lalu foto-foto, lalu menyebarkan fitnah, apabila yang memberikan pernyataan tidak mengklarifikasi dalam 2×24 jam, kami akan menempuh jalur hukum sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, dirinya berharap, untuk siapapun agar tidak berstatement tanpa berlandaskan data yang akurat, apalagi berstatement dengan penuh percaya diri yang kedepannya dinilainya akan berdampak terhadap hukum.

“Tetapi ada catatan singkat, harus punya data dulu baru berstatement, jangan tiba-tiba mengeluarkan statement dengan penuh percaya diri, itukan berdampak hukum, terutama terhadap klien kami ibu rumah tangga, bagaimana dampak psikologisnya terhadap anak-anaknya, ditambah lagi suaminya (pemilik W) yang sedang sakit keras, jadi itu yang kami sesalkan,” jelasnya.

Ditambahkannya, dirinya meminta agar yang memberikan statement kepada media terkait adanya indikasi keterlibatan aparat penegak hukum untuk segera mengklarifikasi, karena itu tuduhan yang tak memiliki bukti yang kuat.

“Terkait adanya indikasi dengan aparat, jadi harus segera di klarifikasi itu dan saya pikir pihak berwajib memanggil, karena itu satu tuduhan yang menyebut ada bekingan ataupun kerjasama dengan aparat, sehingga semuanya harus diklarifikasi,” tambahnya.(Jharu)

___

Komentar