Dinsos Maybrat Luncurkan Bantuan Beras PPKM Program PKH dan BST

 

MAYBRAT,- Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Maybrat, melaunching penyaluran perdana bantuan beras Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 2021 Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

___

Dalam penyaluran ini ditandai penyerahan secara simbolis kepada perwakilan KPM oleh Sekda, TNI/Polri, Kepala Perum Bulog, dan Kepala Dinas Sosial yang berlangsung di Pendopo Faitmayaf Alun-Alun Kumurkek, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (5/8/21).

Dalam sambutannya, Sekda Maybrat, Jhoni Way mengingatkan bahwa, hingga hari ini angka kematian akibat Covid-19 masih tinggi. Maka, pemerintah daerah akan terus membantu masyarakat dalam hal bahan- bahan makanan alias sembako.

Sekda juga minta agar masyarakat tetap di Maybrat jangan turun ke Sorong. Tetap buat kebun dan melakukan aktifas lainnya yang mambantu kebutuhan hidup rumah tangga masing-masing di masa pandemi Covid-19.

“Jadi maksud dari pemerintah kasih beras ini, jangan lagi ketemu-ketemu. Sekarang semua sudah berlangsung secara virtual”, tutur Sekda.

Dikesempatan ini, Sekda juga mengimbau kepada para kepala distrik untuk dapat mengarahkan masyarakat masing-masing supaya posko Covid di efektifkan. Sehingga orang-orang dari luar yang datang dideteksi sedini mungkin.

“Artinya, tenang di tempat sampai tanggal 9 Agustus waktu PPKM di evaluasi lagi”, ujar Jhoni.

Kepala Dinsos Maybrat, Magdalena Tenau menambahkan, bantuan beras PPKM ini berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI sesuai data terpadu di Kemensos dengan rincian PKH sebanyak 2020 KPM, dimana per-KPM terima 10 kg yang disalurkan ke 15 distrik dari 24 distrik tersebar di Maybrat.

Sementara BST sendiri ada 107 KPM dan di salurkan ke semua distrik. “Jadi untuk PKH dari 15 distrik ini tidak semua kampung dapat tapi bervariasi. Sedangkan BST meliputi 24 distrik hanya saja jumlahnya bervariasi”, jelas Kadis.

Selain BST dan PKH, kata dia, minggu depan diluncurkan lagi Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dikhususkan bagi non-PKH. Dinsos akan terus mendampingi dalam hal penyaluran tersebut.

“Tentunya kami tetap mendampingi untuk sosialisasi soal PPKM juga masalah aturan. Kemudian soal beras tanggungjawab bulog Teminabuan, tapi masalah transportasi ada dipihak ketiga yang langsung ditunjuk oleh kementerian. Jadi langsung di antar sampai ke tempat”, tutup Magdalena. (Valdo)

___ ___

Komentar