Dinsos Maybrat Cairkan Bansos Triwulan Kedua Tahun 2023

MAYBRAT, PBD – Dinas Sosial (Dinsos) Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya kembali menggulirkan pembagian program bantuan sosial (bansos) triwulan kedua ditahun 2023 kepada warga masyarakat di Gedung Samu Siret Kumurkek, Jumat (19/5/23).

Pemerintah memberikan bantuan ini untuk memenuhi serta menjamin kebutuhan dasar demi meningkatkan taraf hidup masyarakat atau penerima bansos. Pencairan dilakukan langsung oleh PT. Pos Indonesia (Persero) kepada warga penerima bantuan.

___

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Maybrat, Magdalena Tenau menerangkan bahwa, bansos yang dicairkan ini ada dua kategori yakni, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau kata lain sembako.

Lanjutnya, warga penerima PKH berjumlah 235 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Nilai bantuan yang diterima masing-masing PKH berpariasi berdasarkan komponen seperti, kategori ibu hamil, kategori cacat, miskin dan lainnya. Besarannya mulai dari Rp 700 ribu rupiah hingga Rp 3 juta rupiah.

“Warga yang terima bantuan ini sebagian besar ada masuk di BPNT atau sembako. Tetapi khusus penerima PKH murni, mereka tetap di Bank. Warga cukup membawa kartu merah yang dipegang ke Bank untuk pencairan,” jelas Magdalena Tenau.

Sambungnya, khusus PKH masing-masing warga terima Rp 200 ribu perbulan. Untuk triwulan kedua 2023 ini yakni, bulan April, Mei hingga Juni senilai Rp 600 ribu rupiah. Keseluruhan warga penerima bansos baik PKH, BNPT dan lainnya sebanyak 3.172 se- Kabupaten Maybrat pada 259 kampung.

“Untuk mekanisme penyaluran bansos ini mengingat infrastruktur jalan, KPM yang bisa hadir langsung terima. Tapi kalau tidak hadir dapat diwakili oleh keluarga ataupun pendamping. Penerima bansos ditahun ini juga alami penurunan kurang lebih 1.000 akibat dampak inflasi,” pungkasnya.

Magdalena menghimbau agar bantuan yang diterima jangan di lihat dari besar kecilnya. Namun dapat dipakai untuk modal usaha di mulai dari hal kecil. Jangan begitu di terima langsung habis di warung apalagi habis ke hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Iya, harapan dari pemerintah itu uang dapat digunakan secara baik, dipakai ke hal positif dan bermanfaat. Misalnya, membuka usaha kecil, sehingga ada perputaran uang disitu menopang ekonomi. Sebab bantuan ini dikasih nyata bagi masyarakat dan dapat diputarkan,” harap Magdalena. (Valdo)

___ ___

Komentar