Diduga Sebabkan Keributan di Pasar Mam, Danyon Satbrimob Akan Tindak Tegas Anggota yang Terlibat

MERAUKE, PAPUA SELATAN – Komandan Batalyon D Pelopor Sat Brimob Polda Papua Merauke, Kompol Suparmin menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa salah satu masyarakat di Kampung Mam, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Insiden itu terjadi pada masyarakat Kampung Mam inisial LNW (45) yang mendapat atau menjadi korban kekerasan berupa pemukulan. Diduga pemukulan dilakukan oleh 2 oknum anggota Batalyon D Pelopor Sat Brimob Polda Papua Merauke pada Sabtu (4/2/23) lalu.

“Atas kejadian ini saya meminta maaf kepada korban dan keluarga. Kami akan memfasilitasi untuk pengobatan kepada korban dan juga apabila ada anggota Batalyon yang terlibat permasalahan agar segera melaporkan kepada kami,” tutur Danyon Kompol Suparmin dalam konferensi pers di Mako Brimob, Kamis (23/2/23).

Danyon menegaskan, Batalyon D Pelopor Merauke akan menindak tegas apabila ada anggotanya yang terbukti bersalah. Adapun masalah tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Dikesempatan yang sama, Korban, LNW (45) didampingi oleh Advokat, Yohanes Rudi Irianto Horong bersama Pusat Konsultasi Hukum (PKBH) Universitas Musamus, Nasri Wijaya mengatakan, korban LNW meminta pertanggung jawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Adapun kronologis kejadian keributan di pasar Mam PT Donging Prabawa pada Sabtu (4/2/23) lalu. Saat terjadi keributan itu korban LNW diduga mendapat penganiyaan yang mengakibatkan mata sebelah kanan memar.

“Jadi kejadian ini berawal dari miss komunikasi saat terjadi keributan di pasar mam,” tandasnya. (Hidayatillah)

___

Komentar