oleh

Diduga Penyebab Banjir, Nasib Tambang Pasir Belum Temukan Hilir Yang Tepat

SORONG,- Penegak Hukum (Gakum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Papua Barat bersama Pemkot Sorong yang dipimpin langsung Pj Wali Kota Sorong George Yarangga mendatangi lokasi letak Galian C yang dikeluhkan warga Kampung Bugis Kilometer 10, Distrik Sorong Timur Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (1/9/22).

Lokasi ini selalu menjadi kawasan rawan banjir setiap hujan turun di wilayah tersebut. Diduga, penyebab banjir yang dialami warga sekitar diduga diakibatkan aktifitas tambang pasir yang dilakukan warga.

Pj Wali Kota Sorong, George Yarangga hadir ditengah-tengah warga sekitar dan dinas-dinas terkait bersama pemprov papua barat untuk saling bertukar pendapat tentang penyelesaian masalah Galian C yang terdampak pada warga sekitar.

“Saya setelah mendengar laporan dari beberapa pihak-pihak terkait selanjutnya kami akan melakukan pertemuan untuk membahas masukan-masukan dari semua sektor yang ada, untuk apa yang disertai dengan solusi yang ditawarkan kemudian akan dituang dalam bentuk berita acara yang ditanda tangani bersama,” ungkap Yarangga.

Dibeberkannya, Galian C merupakan perintah dari Pj Gubernur untuk segera diselesaikan permasalahan yang terjadi, agar warga sekitar dan para pekerja galian c bisa mendapat titik temu yang baik dan tidak saling merugikan satu dengan yang lainnya.

Lebih lanjut Yarangga mengatakan bahwa semua langkah-langkah pasti akan dilakukan oleh pemerintah demi memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya, sebab tangisan rakyat adalah tangisan pemerintah juga.

Menurutnya selaku pemerintah harus memberikan edukasi kepada masyarakat melakukan pengendalian.

“Kita yang harusnya memberikan edukasi yang baik kepada warga agar mereka tahu bahwa, tidak boleh dan kalau kita mau melakukan seperti ini langkah-langkah apa yang harus diambil. Memang kita tahu bahwa ini kawasan hutan lindung dan tidak ada izin tetapi ada juga yang menyampaikan bahwa sudah punya sertifikat, nah itu yang harus kita lihat dulu sertifikatnya,” sambungnya.

Sampai saat ini pemerintah belum memutuskan tutup sementara Galian C, sebab pemerintah sendiri masih akan melakukan rapat bersama dinas terkait dan warga setempat untuk satukan pendapat serta mencari solusi dari Galian C tersebut. Ibarat hulu, banjir Kampung Bugis belum menemukan hilir yang pas untuk pembuangannya, sehingga menyebabkan sejumlah wilayah di kilometer 10 hingga kilometer 12 menjadi terdampak. (Mewa)

Komentar