Diduga 4 Korban Perdagangan Orang Meninggal Di Jayapura, Warga Serang Penginapan Pandawa

SORONG,- Homestay Pandawa atau lebih dikenal dengan penginapan Pandawa yang beralamat di jalan Danau Limboto Kelurahan Klawasi Distrik Sorong Barat, Papua Barat, dirusaki oleh warga yang marah karena 4 orang anggota keluarga mereka yang bekerja pada pemilik penginapan bernama Hendrik Sitorus (HS) meninggal dunia, Selasa (24/5/22) di Kabupaten Jayapura, Papua.

Kejadian bermula saat keluarga korban di Sorong mendapat kabar dari Jayapura terkait nasib sanak keluarga mereka. Kemudian keluarga pun marah dan melakukan pengerusakan penginapan sejak Senin Malam dan berlanjut hingga Selasa pagi.

___

Pihak Kepolisian Polsek Sorong Barat yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mendatangi penginapan tersebut dan menenangkan massa kemudian memasang garis Polisi disekitar tempat kejadian.

Stefanus Tugerfai, Ayah dari salah satu korban yang masih mengalami masa kristis di RS. Provita Jayapura mengatakan bahwa anaknya dan beberapa rekan sekitar 13 orang asal Sorong diajak HS ke Kota Jayapura oleh pemilik penginapan tanpa ada penjelasan yang jelas maksud dan tujuan kesana.

“Mereka di sana sudah satu bulan lebih dan kami orangtua tidak tahu maksud dari keberangkatan anak-anak ini, nanti dengar kerja putar rolex di Jayapura tiba-tiba dengar dari belakang begini informasi mereka ada bisnis ilegal yaitu racik minuman oplosan,” ujar Tugerfai.

Setelah disana satu bulan berjalan, satu orang pekerja dikabarkan meninggal dunia pada 2 minggu lalu, dan pada Senin kemarin 3 orang pekerja dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit kota Jayapura tanpa kejelasan penyebab kematiannya. Sementara 4 pekerja lainnya tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit.

Sampai saat ini pihak keluarga dari para korban meminta agar Pihak Kepolisian sekiranya menyelesaikan persoalan tersebut dengan memanggil (HS) yang adalah pemilik penginapan pandawa untuk segera bertanggung jawab atas perbuatannya yang telah memberikan pekerjaan untuk keluarga mereka di Sorong ke Jayapura tanpa ada kejelasan.

“Kami minta agar polisi segera menghadirkan HS untuk bertanggung jawab atas perbuatannya,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Sorong Kota AKBP Johannes Kindangen, saat ditemui insan pers mengatakan bahwa, pemilik penginapan tersebut sudah dipanggil untuk dimintai keterangan dan pihak kepolisian pun tetap akan memastikan situasi di tempat kejadian sudah kembali kondusif.

“Kemarin HS sudah kami periksa di Polsek tapi informasinya sudah ke Jayapura karena tempat usahanya HS tersebut di Jayapura. Akan tetapi kami sudah berikan pemahaman kepada keluarga korban dengan baik dan mereka menerima itu sehingga situasi tetap aman dan kondusif,” terang Kapolres.

Sampai saat ini pihak kepolisian sendiri masih terus mengumpulkan bukti-bukti dari kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh HS, yang telah diduga membuka usaha carikan minuman oplosan di Jayapura dengan mempekerjakan orang-orang dari Kota Sorong. (Mewa)

___ ___

Komentar