Deklarasi FOR PAPUA, Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan Menjadi Fokus Utama

SORONG, PBD – Forum Perempuan Asli Papua (FOR PAPUA) mendeklarasikan diri sebagai sebuah organisasi masyarakat khusus perempuan di kantor Dewan Adat Papua wilayah III Doberay, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (17/4/24).

Ketua DAP wilayah III Doberay, Paul Finsen Mayor mengatakan banyak permasalahan kesehatan terutama pendidikan, dimana menurut peneliti dosen Unipa Dr. Agus Sumule ada 31.216 anak asli Papua yang tidak sekolah atau putus sekolah.

___

“Hal-hal bagian dari masalah kesehatan dan pendidikan ini maka Perempuan Papua yang harus berdiri tegas untuk membela dengan hak-hak perempuan dan anak. Maka perlu satu wadah forum perempuan Papua sebagai koridor tugas berat membangun menjaga keluarga dan orang Papua. Perempuan punya peran penting. Rumah bisa jadi surga juga bisa jadi neraka semua tergantung Perempuan,” ucap Finsen.

Ia berharap dengan adanya FOR PAPUA bisa memberikan perempuan-perempuan Papua,  menjadi mitra pemerintah untuk sama-sama mengawal amanah UU Otsus untuk bidang kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan.

“Mereka saat ini tidak berdaya karena tidak ada wadah, sekarang ada wadah jadi bisa menjadi pemimpin di negeri sendiri,” harapnya.

Sementara itu, Ketua FOR PAPUA, Karolina Weiber mengatakan usai dideklarasikan, mereka selanjutnya akan bertemu dengan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat Daya, Pemprov PBD dan Pemerintah Kabupaten Kota untuk memberitahukan bahwa ada organisasi khusus perempuan Papua di wilayah Papua Barat Daya dan siap menjadi mitra Pemerintah dalam bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan khusus Perempuan dan anak Asli Papua.

Adapun Sekretaris FOR PAPUA yaitu Petronela Korwa, Bendahara Hesti Wutoy serta dibantu sejumlah kordinator bidang dan anggota. (Oke)

___ ___

Komentar