Ciptakan Lingkungan Sehat Kementerian PUPR Bangun Permukiman Kumuh di Kelurahan Klasabi

SORONG,- Dalam rangka meningkatkan lingkungan sehat dan mengurangi kawasan kumuh, Pemerintah Kota Sorong bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan kawasan pinggiran Kali Mati Klasari Kelurahan Klasabi, Senin (11/6/22).

Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau dalam sambutannya mengucapkan terima kepada pihak PUPR yang telah peduli dan melakukan pembangun di Wilayah Kota Sorong.

“Saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Balai yang sudah menetapkan perencanaan pembangunan serta mempunyai kepedulian untuk melakukan perencanaan. Hari ini Saya boleh melakukan peletakan batu pertama,” tutur Wali Kota sebelum meletakkan batu pertama.

Kegiatan Pembangunan ini diharapkan bisa membantu masyarakat untuk mempercantik kawasan Klasabi terutama terhindar dari genangan air yang mengakibatkan banjir.

“Jadi berbuat sesuatu untuk tanah ini agar besok ketika tugas berkahir dan menjadi masyarakat biasa boleh jadi kenangan indah,” imbuhnya.

Lambert juga memberi pesan yang sangat berkesan yakni “Jangan tunggu siapa lagi yang datang bangun tempat kita akan tetapi haruslah dimulai dari diriku sendiri, untuk apa pakai Garuda kalau tidak bisa berbuat sesuatu untuk Kota Sorong tercinta.

Sedangkan ditempat yang sama, Kepala Balai PPW Papua Barat, Marsudi, mengatakan bahwa kawasan ini terpilih sesuai dengan hasil identifikasi oleh Pemkot Sorong dan nantinya akan dikerjakan secara bertahap.

“Kelurahan ini dipilih sesuai dengan apa hasil identifikasi yang ditentukan oleh Pemkot Sorong dan sudah pernah diidentifikasi, kawasan ini juga akan dikerjakan secara bertahap mudah-mudahan ekonomi kita ini baik supaya banyak yang bisa bangun,” ungkap Marsudi.

Hingga saat ini Masyarakat mendukung sepenuhnya pembangunan yang dilakukan, pembangunan yang dilakukan bukan hanya mempercantik tampilan kawasan kumuh namun akan menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.

Lebih lanjut Marsudi mengatakan Pihaknya sebetulnya adalah pembantu dari Walikota yang punya wilayah dan daerah yang tahu persis kebutuhan di sini, sehingga kami diminta untuk membantu secara tetap bisa menyelesaikan persoalan-persoalan lingkungan agar ini lebih nyaman.

“Pembangunan ini dibangun di atas tanah seluas 27 hektar dengan jangka waktu penyelesaian dibulan Desember 2022, untuk total keseluruhan dana yang diperlukan berjumlah 13 Miliar,” tutupnya. (Mewa)

___

Komentar