oleh

Cempedak Harum Dari Dalam Jurang Hutan Lindung

Badaria saat menjajakan buah cempedak dan Tali rumput / ola

Sorongnews.com – Cempedak (Artocarpus integer) salah satu buah berbau khas ini, sangat digemari oleh sebagian orang Indonesia termasuk di wilayah Papua.
Pohon Cempedak di Papua, terbilang belum dibudidayakan secara khusus. Buah yang mirip buah nangka ini, masih mudah didapatkan jika Anda bernyali besar memasuki hutan yang masih liar dengan berbagai satwa didalamnya.
Seperti Badaria, perempuan asli Kokoda Papua yang tinggal di kilometer 9 kompleks Victory, sejak pukul 7 pagi bersama suami dan kerabatnya menuju kilometer 14. Sesampainya di kilometer 14, Badaria bersama keluarga memasuki hutan lindung yang terbentang luas di wilayah Kilometer 14.
Menggunakan sandal jepit, Mereka tak takut binatang melata yang ada di dalam hutan. Menuruni jurang untuk mengambil Cempedak pun dianggap biasa bagi mereka. Hanya berpegangan sejumlah dahan dan ranting pohon, mereka menuruni jurang yang ada di dalam hutan untuk mengambil buah Cempedak yang mulai ranum.
Aktifitas ini dilakukan Badaria, selama musim buah Cempedak yaitu sekitar bulan Agustus – September. 
Usai mendapatkan beberapa buah Cempedak, kemudian dijajakan di lapak kecilnya di pinggir jalan depan Stadion Olah Raga Wombik yang terbengkalai.

Menggunakan tiang kayu mangi-nanti dan alas papan, Buah Cempedak dijejer dengan hasil tangan Badaria dan kerabatnya yaitu tas Noken dan Tali rumput.
Untuk harga, Buah Cempedak dihargai mulai Rp.10.000 sampai Rp.50.000 tergantung ukurannya. Sedangkan tas noken, dihargai Rp.150.000 dan Tali rumput dihargai Rp.100.000.
Ia berharap, uang hasil penjualannya itu bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, terutama kebutuhan anak yang masih duduk dibangku sekolah. (Ola)

Komentar