oleh

Bupati Maybrat Sebut Bangun Gereja Sama Dengan Bangun Harga Diri

MAYBRAT, – Bupati Maybrat, Bernard Sagrim meletakkan batu pertama pembangunan gedung Gereja Kristen Injili (GKI) baru jemaat Pengharapan Roma – Tolak Bakal Klasis Aitinyo, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Minggu (21/2/21). Peletakan batu pertama gedung gereja GKI ini diawali dengan ibadah.

“Bangun gereja sama dengan bangun harga diri. Untuk itu, perlu melakukan pelayanan yang baik terhadap jemaat, begitu juga sebaliknya selesai gereja dibangun semua harus rajin ke masuk gereja”, pesan Bupati.

Sagrim menegaskan agar pembangunan gereja dapat disesuaikan dengan kapasitas jumlah jemaat yang ada. Jangan karena ikut bersaing dengan gereja yang ada di daerah lain. Pola pikir itu haruslah dirubah yaitu bangun gereja sesuaikan dengan jumlah jemaat. Untuk mendukung pembangunan gedung gereja baru jemaat pengharapan Roma – Tolak, pemerintah menyumbang Rp350 juta sebagai modal dasar.

“Dana kampung juga harus dipotong untuk membantu proses pembangunan gereja ini. Jadi dapat diberikan bantuan tergantung kebutuhan daripada dipakai untuk kebutuhan yang lain lebih bagus fokus dulu ke pembangunan gereja”, cetus Bupati.

Sementara Ketua Panitia Pembangunan GKI Roma – Tolak, Yosias Waymbewer jelaskan bahwa, target pembangunan gereja apabila didukung dana, tahun 2022 sudah bisa diresmikan untuk menjawab kebutuhan jemaat di dua kampung tersebut yakni Roma dan Kampung Tolak.

“Dalam RAP, pembangunann gedung gereja ini membutuhkan dana sekitar 3 miliar lebih. Kita harap lewat pergumulan jemaat dan sumbangan pihak lain proses pembangunan dapat selesai sesuai target. Jemaat berinisiatif membangun gereja ini agar dapat memberikan pelayanan yang baik di dua kampung ini”, tutupnya. [Valdo]

Komentar