Buka Puasa Bersama Pengurus KONI dan Atlet PON XXI, Muhammad Musaad Singgung Harga Diri

SORONG, PBD – Ketua Umum KONI Papua Barat Daya sekaligus Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Muhammad Musaad bersilaturahmi dengan pengurus KONI Papua Barat Daya, Ketua Cabang Olah Raga dan Atlet PON XXI di ruang rapat KONI Papua Barat Daya, Kampung baru Kota Sorong, Minggu (7/4/24).

Ketua Harian KONI Papua Barat Daya, Abu Bakar Gusti dalam laporannya mengatakan bahwa ada 36 atlet yang telah didaftarkan secara online untuk memperkuat Papua Barat Daya di 12 Cabor. Dimana 36 atlet ini merupakan atlet kehormatan dari Daerah Otonom baru (DOB). Ia mengingatkan bahwa atlet khusus atlet bela diri tidak dapat diganti oleh cadangan karena dimasukan sesuai nama yang didaftarkan.

__ ___

Sementara itu, Ketum KONI PBD, Muhammad Musaad mengatakan bahwa suatu kebanggaan dan kehormatan bahwa Provinsi termuda Papua Barat Daya dapat mengikuti ajang nasional PON XXI di Aceh dan SUMUT pada September 2024 mendatang.

“Tugas kita, kita tunjukan bahwa memang kita pantas untuk dihargai dan dihormati. Ini soal harga diri, jadi tidak ada istilah tidak ada dana, tidak ada cerita tidak ada uang. Kita semua akan mengukir sejarah pertama di Provinsi Papua Barat Daya dan PON XXI. Kita Optimis dan tunjukan kepada semua, bahwa Kita Provinsi paling muda juga ingin berprestasi. Komitmen kami, pemerintah, pengurus KONI, pengurus Cabor, atlet dan pelatih, mari bersama berikan yang terbaik dan ukir sejarah awal kita di PON XXI,” ujar Musaad.

Ia pun menambahkan bahwa telah membicarakan mengenai kesejahteraan atlet termasuk bonus atau reward khusus bagi yang berhasil meraih medali, baik perak, perunggu dan emas. Terkait besarannya, Musaad belum memastikan, tapi akan mengikuti regulasi yang telah ditetapkan.

“Bertarung baik, tampilkan yang terbaik, kalau menang, Kami pasti tidak akan lupa, pasti ada reward khusus,” imbuh Musaad.

Ia pun berpesan kepada pelatih, pengurus Cabor untuk mempersiapkan atlet sebaik mungkin, terutama kesehatan dan mental atlet, karena atlet yang berhalangan dan tidak bisa hadir mana otomatis dicoret dari Cabor yang bersangkutan.

Ia juga meminta dukungan kepada semua masyarakat di Papua Barat Daya untuk memberikan dukungan dan doanya agar atlet semua diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan mulai pra PON, TC, pelaksanaan PON hingga pasca PON XXI.

Usai pertemuan jelang Puasa itu, diakhiri dengan tauziah dari Ustad Abdul Muin. Abdul Muin yang juga mantan atlet ini, membakar semangat atlet dan pelatih untuk mengharumkan nama Papua Barat Daya sesuai cabor yang telah ditetapkan. Dilanjutkan buka puasa bersama dan sholat Maghrib berjamaah. (oke)

___ __ ___ ___

Komentar