oleh

Brand Lokal Papua Pride, Buatan Anak Papua Yang Siap Mendunia

 

SORONG,- Denny Candra Kirana dan Hilman Maulana Tafalas, keduanya saat ini berusia 19 tahun merupakan mahasiswa asal Papua yakni Manokwari dan Kota Sorong yang mengenyam pendidikan di Universitas Islam Malang dan Universitas Papua yang kemudian bekerjasama untuk terjun langsung dalam merintis usaha fashion kekinian di media sosial yang mengusung konsep bernuansa kePapuaan.

Kepada sorongnews.com, Rabu (2/6/21) mereka menceritakan awal mula merintis brand Papua Pride.

Dimana Papua Pride mulai dikenal masyarakat sudah dari tahun lalu, Denny mengemukakan bahwasanya ia berkecimpung di bidang fashion dibantu dengan kenalannya yang kebetulan memiliki usaha sablon. Akan tetapi, menurutnya marketingnya tidak mengalami peningkatan, Akhirnya Ia berfikir kembali untuk mengembangkan usahanya, Ia pun menghubungi Hilman untuk bekerjasama merintis kembali brand ini dan memutuskan untuk melanjutkannya hingga sekarang.

“Dan Alhamdulillah brand papua pride sudah launching 4 desain dan sedang proses untuk yg kelima,” terang Denny.

Denny mengatakan menurut pengalaman, brand bertema Papua di Papua sangat jarang ditemui dan bisa dihitung dengan jari, hal ini juga menjadi faktor pendukung mereka untuk membalut karakter budaya Papua melalui fashion.

“Selebihnya kami ingin mempropagandakan ke masyarakat bahwa tidak ada ruang sedikitpun untuk rasisme di Indonesia tercinta ini. hal ini kami suarakan melalui karya-karya kami. kami ingin membuktikan bahwa brand lokal especially dari timur Indonesia bisa berkembang, dan saya harap brand kami bisa menjadi pionir untuk memotivasi putra-putri daerah papua untuk bersaing di dunia fashion melalui bisnis digital,” ujarnya.

Bahan kaos yang diproduksi terbuat dari bahan cotton combed 30s gramasi 140-150 gsm yang merupakan bahan kaos dengan komposisi 100% serat cotton, memiliki ketebalan kain combed 30s paling tipis dan paling banyak dipilih oleh kebanyakan produsen kaos termasuk distro-distro.

Perbedaan dari setiap kain di atas terletak pada ketebalan kainnya, kain combed 30s cenderung lebih tipis dibandingkan Combed 20s. Wilayah Indonesia merupakan daerah tropis, maka dari itu kami memproduksi kaos menggunakan bahan kaos Combed 30s karena bahannya yang lebih nyaman dan lebih adem.

Sablon yang kami gunakan yakni sablon plastisol. Sablon plastisol digunakan untuk jenis sablon yang menggunakan bahan dasar tinta plastisol, tintanya yang unik dan tidak ada yang sama dari tinta sablon lain. Kualitas tinta pun sangat baik, kuat, dan tidak mudah kering, itulah mengapa kami menggunakan jenis tinta ini dibandingkan tinta lainnya sehingga desain rapat, kecil dan terlihat elegan.

“Untuk melihat brand papua pride ini, kami menggunakan media sosial sebagai wadah untuk mempromosikan brand ini yakni instagram @papua_pride.co, disitu kalian dengan mudah melihat desain-desain produk kami,” promo Hilman.

“Jujur untuk motivasi generasi milenial kami tidak bisa memberi lebih ya, karena kami juga pernah mengalami kegagalan. Banyak ilmu marketing dan ilmu bisnis saya belajar dari Pandji Pragiwaksono dan pelaku bisnis lainnya. Yang ingin saya sampaikan adalah jangan gampang ngeluh “kok gak laku ya” “kok sepi banget ya” karena basicnya kalau desain kita bagus, kualitas brand kita bagus pasti orang ngelirik, berikutnya jangan terlalu cepat dalam mengambil sebuah keputusan, apalagi seenaknya sendiri tanpa adanya koordinasi, saya pernah mengambil sebuah keputusan dan tidak berdampak baik terhadap perkembangan usaha ini,” imbuh Denny.

“Berani mengambil Resiko, “Kita tidak akan tau setinggi apa kita melompat, kalau belum pernah melompat”.seberapa matang kita merencanakan, kalau tidak dicoba ya tidak akan tau hasilnya. Saya pernah membaca buku tentang om bob sadino, disitu dituliskan ada yang bertanya kepada beliau” om bob, kira-kira bisnis apa yang Bagus? “. Jawab beliau “Bisnis yang bagus adalah DIBUKA, bukan yang ditanyakan terus”. Jawaban ini membuat saya geleng-geleng kepala dan tertawa. Selanjutnya Don’t think what will people say. Kalimat yang saya kutip dari om dedy corbuzier membuat saya untuk terus maju and Never Give up. Berpikirlah untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri, karena jika berpikir apa yang dikatakan orang lain maka kamu hanya akan menjadi orang lain bukan dirimu sendiri. Selain itu juga “Nikmati Prosesnya” tentunya dengan tawakkal, setelah menghadapi lelahnya ikhtiar, sisanya adalah tawakkal yaitu menyerahkan hasil akhir kepada Allah SWT,” tegas Hilman. (Jharu)

Komentar