Bawaslu Maybrat Minta Kekam Kerjasama Hapus Data Orang Meninggal

MAYBRAT, PBD- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Maybrat meminta kepada Kepala Kampung (Kekam) bersama jajaran penyelenggara pemilu untuk bekerja sama membersihkan daftar pemilih pemilu untuk menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akurat.

Data pemilih yang dibersihkan dari daftar itu, seperti orang meninggal, alih profesi dari masyarakat biasa ke TNI atau Polri. Serta memasukkan data-data penduduk yang sudah berusia 17 tahun, dan disabilitas kedalam DPT.

“Orang meninggal itu wajib dihapus dengan menunjukkan akta kematian serta dokumen lainnya sesuai Pasal 19 PKPU No. 7 Tahun 2023. Jadi kalau ada akta kematian, surat keterangan kekam wajib hapus dari DPT,” ujar Kordiv HP2H Bawaslu Maybrat, Farli Sampetoding Rego, Minggu (2/4/24).

Sampetoding juga mengingatkan agar tidak main-main dengan data-data pemilih sebab ketentuan pidananya jelas dalam Pasal 488 UU No. 7 Tahun 2017, dimana memberikan keterangan tidak benar di dalam pengisian daftar pemilih pidana kurungan penjara 1 tahun dan denda Rp 12 juta.

Begitupula sebaliknya, lanjut dia, hak pilih orang juga wajib dijamin. Yang melakukan kekerasan terhadap penyelenggara akan berhadapan sanksi hukuman pengurungan dan denda uang.

“Kami sangat berharap kerjasamanya agar pemilu tahun 2024 nantinya berjalan sukses dan damai. Di dalam pesta rakyat ini semua bergembira tidak tegang-tegang dan tidak ada konflik yang terus berjalan,” harapnya. (Valdo)

___

Komentar