ASN Pemprov Papua Barat Daya Ikuti Giat Pengolahan Arsip Dinamis

SORONG, PBD- Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, ikuti bimbingan teknis pengolahan kearsipan dinamis, di salah satu Hotel Sorong, Jumat, (24/11/23).

Dengan menghadirkan pemateri yakni Tim Pembinaan Kearsipan Daerah Timur III Papua Barat – Papua Barat Daya, Dwi Nurmaningsih.

___ ___ ___ ___

Dalam sambutan Pejabat Gubernur Mohamad Musa’ad diwakili¬† Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Barat Daya Atika Rafika, menyebutkan setiap kelembagaan pasti membutuhkan kelengkapan administrasi yang dikemas dalam kearsipan.

“Beberapa cara dapat dilakukan untuk pengarsipan salah satunya melalui dokumen berupa hard file juga soft file, namun tidak semua dapat tersimpan baik sebab masih banyak dokumen penting yang dibutuhkan dapat ditemukan,” ujar Rafika.

Sehingga perlu dilakukan bimtek arsiparis guna menambah pengetahuan ASN agar terwujudkan pengelolaan arsip yang baik karena berbicara arsip artinya berbicara manajemen organisasi.

Rafika pun berharap, kepada seluruh ASN terlebih di bagian kearsipan dapat menyimak setiap materi dengan baik terlebih dapat memahami penting kearsipan.

Ditempat sama Dwi Nurmaningsih, menjelaskan bahwa, setiap daerah memiliki kearsipan maka dengan adanya Provinsi terbaru ini perlu dilakukan bimtek kepada ASN agar mereka dapat melaksanakan fungsi tugas sesuai tupoksi dan juga terarah.

“PBD inikan baru ya, jadi akan banyak arsip-arsip yang tercipta dimana arsip tersebut berasal dari bukti-bukti pendirian provinsi baru, jika para ASN tidak kami bekali dikawatirkan arsip-arsip tersebut akan tercecer bahkan hilang karena dianggap biasa-biasa saja,” ungkap Dwi Nurmaningsih.

Bebernya, apabila tidak dibimbing hal yang ditakutkan ialah mungkin suatu saat terjadi kesalahan pasti berkaitan dengan seluruh aset gerak maupun aset tidak bergerak.

“Nah, kami mencegah lebih awal melalui bimtek pengelolaan arsip ini agar kedepan jika dibutuhkan akan selalu tersimpan dengan rapi dan baik tanpa ada cacat atau rusak.

Dwi berharap, setiap peserta bisa mendapatkan pemahaman tentang bagaimana harus memberkaskan, menata, menyimpan dan menemukan kembali arsip sebab jika terdapat kesalahan akan membuat kemacetan dalam pekerjaan.

Terlihat mendampingi Asisten III, Kepala Dinas Infokom, persandian dan statistik Pemprov Papua Barat Daya. (Mewa)

___ __

Komentar