Asisten I Sekda PPS Buka Sosialisasi Dampak Bully bagi Remaja dan peran Dharma Wanita dalam Satgas PPK

MERAUKE, PAPUA SELATAN – Penjabat (Pj) Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo diwakili Asisten I Sekda Provinsi Papua Selatan (PPS), Agustinus Joko Guritno membuka kegiatan sosialisasi dampak perundungan/bully bagi remaja didunia pendidikan dan peran Dharma Wanita dalam Satgas Pencegahan Penanggulangan Kekerasan (PPK) dan cara mengatasinya disalah satu Hotel Merauke, Sabtu (24/5/24).

Kegiatan yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Papua Selatan tersebut ditandai penabuhan tifa.

___

“Saya mengucapkan terimakasih kepasa Dharma Wanita Persatuan Provinsi Papua Selatan yang telah berkolaborasi dengan Dinas P dan K melakukan sosialisasi ini yang bertujuan untuk mencegah dan memperbaiki hal-hal negatif yang bisa terjadi pada anak-anak sekolah,” tuturnya.

“Supaya tidak terjadi kriminalitas anak-anak dan juga pelanggaran hukum lainnya yang terjadi pada anak2-anak sekolah,” sambung Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda PPS.

Untuk itu, Agustinus Joko Guritno menegaskan, peran orang tua dan keluarga sangat penting dalam mendidik anak-anak karena orangtua memiliki waktu lebih banyak daripada guru mereka disekolah.

Dilain pihak, guru-guru disekolah terutama guru bimbingan konseling agar tidak berada didalam kelas saja, tetapi harus memperhatikan aktifitas anak-anak diluar kelas.

“Karena biasa bullying dilakukan ditempat-tempat sepi diluar kelas. Selain itu, kita harus kembali menekankan ajaran moralitas pancasila sebagai satu-satunya landasan berfikir dalam hidup bersama sebagai bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Dikatakan, didalam pancasila itu ada falsafah penting yang harus dipahami dan dilaksanakan seperti toleransi, saling menghargai, gotong royong, saling menolong dan persatuan dalam perbedaan.

Untuk itu, diharapkan para narasumber pun bisa memberikan materi yang sesuai kebutuhan anak dan orang tua bagi pembangunan masyarakat di Papua Selatan.

“Selanjutnya, bagi Dharma Wanita PPS juga diharapkan membuat program yang mencakup semua kabupaten yang ada di PPS ini karena memang sekarang kita sudah provinsi tersendiri dan terus melakukan monitoring atas kegiatan DWP di 4 kabupaten meliputi Merauke, Boven Digoel, Asmat dan Mappi,” tandas Agustinus Joko Guritno. (Hidayatillah)

___ ___

Komentar