Antara Mimpi, Candu, Togel dan Fatwa Haram

Menindak lanjuti keresahan warga, Majelis ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan mklumat Majelis Ulama Indonesia nomor 17/mpr/mui-ks/ 1442 H yang berbunyi menyikapi kondisi terkini terkait mewabahnya judi togel di Kota Sorong yang sangat meresahkan masyarakat. MUI melalui Ketuanya Abdul Mannan Fakaubun dan Sekretaris Agung Sibela telah melakukan dengar pendapat dan tinjauan Syariah atau fiqih dengan merujuk kepada firman Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 90, maka disampaikan kepada kaum muslimin bahwa :

  1. Mengundi nasib adalah haram dalam Islam perbuatan tercela dan sebuah kehinaan.
  2. Untuk menghindari murka dan azab Allah SWT, maka dimohon untuk meninggalkan perilaku hina tersebut dengan jalan menolak semua bentuk perjudian dengan tidak membeli kupon togel atau sejenisnya. Bagi pemangku kebijakan agar tidak memberikan izin operasional togel dan sejenisnya, tidak menyewakan tempat atau sebagai tempat penjualan kupon togel.
  3. Kepada semua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) dan para mubaligh agar membantu mensosialisasikan kepada jamaah akan bahayanya bila perjudian dan semua jenis maksiat merajalela karena itu sama dengan memancing murka Allah SWT.
  4. Kepada seluruh masyarakat agar saling mengingatkan kepada kebenaran dan kesabaran.
  5. Kepada pihak pemerintah kota dan kepolisian agar bertindak tegas terhadap semua bentuk perjudian dan penyakit masyarakat lainnya.

Sementara itu, Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan yang dimintai keterangan belum lama ini mengaku masih melakukan kajian dan kordinasi dengan sejumlah pihak terkait pendisiplinan judi Togel tersebut.

___ __

“Akan kita kaji lagi dan laporkan ke pimpinan, kalau memang udah layak tutup kita tutup. Kalau ada anggota Saya yang terlibat silahkan dilaporkan dan ditangkap saja yang penting ada buktinya,” ujar Kapolres. (Oke)

___ __ ___

Komentar