oleh

Angka Kesembuhan Meningkat, Kota Sorong Tutup Karantina Kampung Salak

SORONG, – Akibat tingkat kesembuhan COVID 19 yang semakin meningkat dalam kurun empat bulan terakhir, akhirnya Pemerintah Kota Sorong memutuskan untuk menutup fasilitas karantina bagi pasien COVID 19 di Gedung Diklat Kampung Salak, Distrik Sorong Barat, Papua Barat.

Keputusan tersebut ditempuh Wali Kota Sorong untuk mengurangi beban daerah dalam operasional dan lebih fokus dalam penanganan Orang Tanpa Gejala maupun pasien COVID 19 di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan RSUD.

Wali Kota dalam keterangan persnya, Rabu (2/6/21) mengatakan, langkah tersebut berdasarkan pertimbangan bahwa penderita infeksi virus corona yang membutuhkan fasilitas karantina sudah sedikit karena 96 persen pasien COVID-19 di wilayah Sorong sudah sembuh.

“Mudah-mudahan angka kesembuhan terus meningkat,” katanya.

Namun tim medis tidak boleh lengah dan tetap menjalankan tugas penanganan pasien COVID-19 seperti biasa di setiap fasilitas kesehatan yang ada di kota Sorong.

“Rumah Sakit di kota Sorong punya ruangan khusus untuk penanganan pasien COVID-19. Jika ada pasien COVID-19 tetap dilakukan penanganan oleh tim medis,” ujarnya.

Wali Kota tidak meragukan fasilitas kesehatan yang ada di kota Sorong. Semua fasilitas dan tenaga kesehatan selalu siap melayani masyarakat. Apalagi didukung fasilitas mini Rumah Sakit di setiap puskesmas.

Saat ini Dokter yang melayani masyarakat pada fasilitas kesehatan pemerintah daerah berjumlah 49 orang yang diantaranya 19 Dokter spesialis.

“Itu baru Dokter yang melayani di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah, belum ditambah Dokter yang melayani di Rumah Sakit swasta, Rumah Sakit TNI AD, dan Rumah Sakit TNI AL. Pelayanan kesehatan di kota Sorong luar biasa di Papua Barat,” tambah Lambert.

Lambert mengajak seluruh komponen masyarakat kota Sorong untuk berdoa serta menaati protokol kesehatan sehingga kota Sorong bebas dari COVID 19.

“Mari bantu pemerintah untuk meningkatkan angka kesembuhan dengan tetap disiplin protokol kesehatan,” imbaunya. (Oke)

Komentar